Berita

Polije Gelar Pelatihan SMK Go Global Batch 3 Bidang Sawit


Polije Gelar Pelatihan SMK Go Global Batch 3 Bidang Sawit

JEMBER – Politeknik Negeri Jember (Polije) kembali mendukung program SMK Go Global melalui pelatihan calon pekerja migran Indonesia. Pada Batch 3 Tahun 2026, sebanyak 42 peserta mengikuti pelatihan plantation worker bidang perkebunan kelapa sawit.

Polije menggelar pembukaan kegiatan pada Jumat (30/10/2026). Selanjutnya, peserta menjalani pelatihan selama 14 hari dan mengikuti sertifikasi kompetensi selama satu hari. Program ini membekali calon pekerja migran dengan keterampilan sesuai kebutuhan pasar kerja luar negeri.

Koordinator P4MI Banyuwangi BP3MI Jawa Timur, Panji Tri Nugroho, menjelaskan bahwa program SMK Go Global menyediakan pelatihan dan sertifikasi kompetensi secara gratis bagi calon pekerja migran Indonesia.

“Program SMK Go Global memberikan kesempatan kepada calon pekerja migran untuk mengikuti pelatihan dan sertifikasi kompetensi secara gratis. Kami menyesuaikan materi pelatihan dengan kebutuhan pasar kerja luar negeri agar peserta memiliki bekal keterampilan sebelum bekerja,” jelas Panji.

Ia menambahkan, program tersebut membantu pemerintah menyiapkan tenaga kerja Indonesia yang mampu memenuhi kebutuhan industri di negara tujuan.

Ketua Tim Task Force SMK Go Global Polije, Dr. Dhanang Eka Putra, S.P., M.Sc., menyampaikan bahwa KP2MI mempercayakan Polije untuk menyelenggarakan sembilan bidang pelatihan calon pekerja migran Indonesia.

“KP2MI mempercayakan Polije untuk menyelenggarakan sembilan bidang pelatihan, termasuk perkebunan kelapa sawit dan barista. Kami berharap program ini terus berlanjut agar semakin banyak calon pekerja migran mendapat kesempatan meningkatkan kompetensinya,” ujar Dhanang.

Untuk menunjang kegiatan, Polije menyiapkan kebun sawit, laboratorium lapang, dan peralatan praktik. Peserta memanfaatkan fasilitas tersebut untuk mengenal lingkungan kerja sekaligus mengasah keterampilan secara langsung.

Dhanang menegaskan bahwa fasilitas praktik mendukung proses pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan pekerjaan.

“Kami menyiapkan kebun sawit, laboratorium lapang, dan peralatan praktik agar peserta memperoleh pengalaman belajar sesuai bidang pekerjaannya. Dengan demikian, mereka tidak hanya memahami materi, tetapi juga menguasai keterampilan yang dibutuhkan,” tambahnya.

Program SMK Go Global turut mendukung target pemerintah menyiapkan 500 ribu pekerja migran Indonesia hingga akhir 2029. Polije berharap kegiatan ini terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak calon pekerja migran.

Melalui pelatihan Batch 3, Polije memperkuat penyiapan sumber daya manusia yang kompeten. Peserta juga dapat memanfaatkan pelatihan dan sertifikasi sebagai bekal memasuki pasar kerja internasional.


Bagikan artikel ini
Berita lainnya