JEMBER – Politeknik Negeri Jember (Polije) mendorong digitalisasi layanan kesehatan melalui Sistem Informasi Posyandu (SIP) berbasis website. Tim menerapkan sistem ini di Desa Bagor Wetan, Kabupaten Nganjuk, untuk mendukung konsep Smart Village.
Tim pengabdi dipimpin Intan Sulistyaningrum Sakkinah bersama Ulfa Emi Rahmawati, Puji Hastuti, dan Ika Puspitasari Dyah R. Mereka mengembangkan platform digital untuk mempermudah pengelolaan data kesehatan masyarakat desa.
Selanjutnya, tim memberikan bimbingan teknis dan praktik penggunaan aplikasi kepada kader Posyandu serta bidan desa. Melalui kegiatan ini, peserta belajar mencatat data kesehatan dan memantau tumbuh kembang anak secara lebih terstruktur.
“Inovasi Sistem Informasi Posyandu ini kami hadirkan untuk mendukung tata kelola data kesehatan warga secara real-time,” ujar Ketua Tim Pengabdi Polije, Intan Sulistyaningrum Sakkinah.
Menurut Intan, aplikasi ini membantu kader mengurangi pekerjaan pencatatan manual yang menyita waktu. Tim juga menyerahkan hak akses dan perangkat pendukung kepada Pemerintah Desa Bagor Wetan agar pengelola dapat menjalankan sistem secara mandiri.
“Penerapan aplikasi Posyandu ini sangat membantu kader dan bidan desa dalam mengelola data kesehatan secara efisien,” ungkap Bidan Desa Bagor Wetan.
Selain mempermudah pencatatan, aplikasi ini mendukung kader dan bidan mengakses informasi kesehatan dengan lebih cepat. Pemerintah Desa Bagor Wetan juga menyambut penerapan sistem digital untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Melalui sistem ini, pemerintah desa berpeluang memperkuat pengelolaan data dan koordinasi layanan kesehatan. Digitalisasi juga mendukung pemantauan kesehatan balita dan lansia secara berkelanjutan.
Program pengabdian masyarakat melalui skema Teaching Factory ini mendapat pendanaan PNBP tahun 2026. Polije berharap penerapan Sistem Informasi Posyandu dapat memperkuat layanan kesehatan desa sekaligus mempercepat pengembangan Smart Village di Bagor Wetan.