POLIJE DIPERCAYA MENJADI PENYELENGGARA WIRAUSAHA MERDEKA

Direktur Polije: Siap Cetak SDM Unggul dan Kompeten

 

Untuk kesekian kalinya Politeknik Negeri Jember (Polije) sebagai PTN vokasi unggulan dipercaya menjadi penyelenggara program-program strategis dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaa, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek). Kali ini menjadi salah satu dari 17 perguruan tinggi terpilih menjadi pelaksanan program hibah kegiatan Wirausaha Merdeka (WMK), dari Direktorat Akademik PTV Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kemdikbudristek.

Program WMK ini diselenggarakan dengan target capaian untuk mewujudkan minat dan semangat mahasiswa dalam berwirausaha, menanamkan pola pikir dan jiwa wirausaha dan membangun kompetensi dasar wirausaha serta mendorong peningkatan pengalaman wirausaha guna meningkatkan daya saing kerja, kapasitas dan kwalitas lulusan Perguruan Tinggi

Manfaat yang dapat dipetik bagi mahasiswa peserta WMK ini akan mendapatkan pengalaman praktis dalam berwirausaha dan dapat belajar di luar kampus untuk mengembangkan ilmu di bidang kewirausahaan. Bagi Polije, mampu melakukan berbagai kajian, inovasi dan kreatifitas dalam pengembangan wirausaha mahasiswa serta membantu pencapaian (IKU-1) yaitu aspek peningkatan kualitas lulusan dalam kesiapan kerja lulusan untuk mendapatkan pekerjaan yang layak/berwirausaha setelah menyelesaikan studi. Selain itu kegiatan WMK ini juga membantu pencapaian (IKU-2) yaitu aspek peningkatan kualitas mahasiswa berupa dukungan dan apresiasi terhadap mahasiswa untuk bisa belajar dan berprestasi dalam kegiatan di luar kampus.

Progam WMK yang dibuka oleh Dr. Beny Bandanadjaya Direktur Akademik PTV pada Senin (5/9) dan dipusatkan di GOR Perjuangan 45 Polije ini diikuti oleh 1.122 peserta yang berasal dari 45 perguruan tinggi di Indonesia baik dari pulau Jawa, Sumatera hingga Nusa Tenggara Timur.

Target sasaran pelaksanaan kegiatan WMK ini adalah mahasiswa semester 5 untuk mahasiswa setingkat D3 dan semester 7 untuk mahasiswa setingkat D4 maupun S1. Pelaksanaan WMK di Polije diikuti oleh 335 mahasiswa Polije serta 787 mahasiswa dari luar Polije.

Direktur Polije, Saiful Anwar, S.TP. M.P mengatakan jika program WMK yang digelar selama lima bulan yang akan diselesaikan pada bulan Desember mendatang, mahasiswa tidak hanya memiliki pengalaman nyata dalam berwirausaha, namun mahasiswa juga memiliki usaha yang siap untuk dikembangkan. “Banyak yang harus kami garap mulai dari mengedukasi, membangun mental dan spirit termasuk mempertemukan dengan pengusaha-pengusaha sukses yang disebut bussiness matching,” terangnya. 

Melalui program WMK, lanjut Saiful, ia juga berharap bisa menciptakan generasi milenial yang kompeten untuk menjawab kebutuhan Indonesia Emas di tahun 2045 mendatang. “Tentu harus kita siapkan generasi milenial yang kompeten dan siap menyongsong di tahun 2045,” imbuhnya. 

Direktur Polije mengaku, kegiatan WMK juga selaras dengan keberadaan Teaching Factory (TeFa) yang ada di kampus Polije. Menurutnya, sarana dan prasarana yang memadai dan cukup representatif sebagai wahana untuk menyiapkan mahasiswa maupun masyarakat, khususnya generasi milenial untuk dilatih kompetensinya. “Kami memiliki banyak sekali dan beragam TeFa yang bisa dimanfaatkan oleh peserta WMK, mahasiswa, siswa, Guru, DUDI dan masyarakat untuk belajar menjadi wirausahawan yang sukses,” tutupnya. 

Dalam kesempatan sambutan berikutnya, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (Diskop-UKM) Jatim, Dr. Andromeda Qomariah melalui kegiatan ini berharap para peserta WMK sudah bisa memulai belajar dengan tekun, untuk melakukan kegiatan wirausaha setelah selesai mengikuti WMK. 

“Sehingga kami bisa menganggap mereka siap dan akan memfasilitasi baik dari penguatan kelembagaan, sisi menejerialnya, baik dari pengelolaan bisnis dan ada peningkatan kualitas produk seperti sertifikasi halal dan standarisasi. Dari situ ada sinergi antara WMK dengan Pemprov Jatim,” ujarnya. 

Kendati demikian, menurut Andromeda, ini adalah saat yang terbaik untuk mengembangkan generasi milenial sebagai generasi wirausaha yang mandiri dan bisa mempercepat kemandirian bangsa. 

“Kami siap bekerja sama dan berkolaborasi serta mendorong terjadinya percepatan wirausaha di Indonesia,” pungkasnya saat ditemui di Tefa Bakery usai pembukaan. (mn)