Berita

Polije Dampingi Petani Mayang Olah Kotoran Kambing Pakai MOL Babat Sapi


Polije Dampingi Petani Mayang Olah Kotoran Kambing Pakai MOL Babat Sapi

JEMBER – Politeknik Negeri Jember (Polije) mendampingi petani Desa Seputih, Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember, mengolah kotoran kambing menjadi pupuk organik padat. Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) skema Desa Binaan, tim memperkenalkan teknologi Mikroorganisme Lokal (MOL) berbahan babat sapi.

Trisnani Alif memimpin kegiatan ini bersama Tirto Wahyu Widodo, Mahindra Dewi Nur Aisyah, dan Dewi Puspa Arisandi. Mereka mengenalkan teknik fermentasi untuk membantu petani mengolah limbah ternak secara mandiri.

Tim pengabdi menjelaskan manfaat MOL babat sapi yang mengandung mikroorganisme pengurai. Setelah penyampaian materi, petani mempraktikkan pencampuran bahan, penyemprotan larutan MOL, dan pembungkusan bahan menggunakan terpal untuk proses fermentasi.

“Pemanfaatan MOL babat sapi ini mampu mempercepat penguraian kotoran kambing menjadi pupuk padat berkualitas tinggi,” ujar Ketua Tim Pengabdi Polije, Trisnani Alif.

Trisnani menilai pupuk organik dapat membantu petani menjaga kesuburan tanah secara ramah lingkungan. Karena itu, tim juga melakukan pemantauan dan evaluasi bersama petani untuk mendukung penerapan teknologi tersebut.

“Pelatihan dan praktik pembuatan pupuk ini sangat membantu kami mengolah limbah kotoran ternak menjadi bernilai guna,” ungkap perwakilan Kelompok Tani Desa Seputih.

Petani menyambut positif hasil fermentasi selama satu minggu. Mereka melihat pupuk bertekstur gembur dan tidak berbau, sehingga berpotensi mendukung pemanfaatan limbah ternak sekaligus mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia sintetis.

Melalui pendampingan ini, Polije mendorong petani mengolah limbah peternakan menjadi produk yang bermanfaat. Penggunaan pupuk organik juga membuka peluang bagi petani untuk menekan biaya produksi budidaya tanaman pangan.

Tim pengabdi berharap petani terus menerapkan teknik pembuatan pupuk secara mandiri. Pemantauan berkala juga membantu kelompok tani mengevaluasi proses fermentasi dan menjaga mutu pupuk yang mereka hasilkan.

Program yang didanai melalui PNBP Tahun Anggaran 2026 ini menjadi bagian dari upaya Polije memperkuat pertanian berkelanjutan. Melalui skema Desa Binaan, Polije mendorong pemanfaatan sumber daya lokal untuk mendukung kemandirian dan kesejahteraan petani di Jember.


Bagikan artikel ini
Berita lainnya