Polije Berdayakan TP PKK Curahlele melalui Teaching Factory NutriLab Kitchen

JEMBER — Politeknik Negeri Jember (Polije) melalui Jurusan Kesehatan memberdayakan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Desa Curahlele, Kecamatan Balung, Kabupaten Jember.

Sebanyak 20 anggota TP PKK mengikuti edukasi dan praktik pemanfaatan pangan lokal di Teaching Factory (TeFa) NutriLab Kitchen Jurusan Kesehatan Polije pada September 2026.

Kegiatan tersebut mengenalkan pengolahan pangan lokal menjadi tepung dan berbagai produk pangan bernilai tambah. Polije mendorong peserta mengenali potensi bahan pangan lokal melalui proses pengolahan yang lebih beragam dan aplikatif.

Polije Kenalkan Pengolahan Pangan Lokal

Tim memulai kegiatan dengan edukasi mengenai potensi pangan lokal dan prinsip dasar pengolahan bahan menjadi tepung. Peserta kemudian mengenal fasilitas serta peralatan TeFa NutriLab Kitchen sebelum mengikuti demonstrasi dan praktik.

Peserta mempelajari tahapan pengolahan tepung, mulai dari persiapan bahan, perlakuan awal, pengeringan, penggilingan, hingga pengayakan. Tim juga memperkenalkan pemanfaatan tepung sebagai bahan baku produk pangan serta konsep tepung komposit dari beberapa sumber pangan lokal.

Setelah mengolah tepung, peserta mempraktikkan pembuatan produk pangan berbasis tepung. Mereka menyiapkan bahan, melakukan penimbangan, mencampur bahan, mengolah adonan, hingga menyajikan produk.

Ketua Tim Pengabdian, Huda Oktafa, mengatakan kegiatan tersebut menggabungkan pengetahuan dengan pengalaman praktik.

“Kami merancang kegiatan ini agar peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung dalam mengolah pangan lokal. Melalui Teaching Factory NutriLab Kitchen, peserta dapat melihat dan mempraktikkan pengolahan bahan pangan lokal menjadi tepung hingga produk pangan,” ujarnya.

Teaching Factory Jadi Ruang Kolaborasi

Polije memanfaatkan TeFa NutriLab Kitchen sebagai ruang pembelajaran sekaligus interaksi dengan masyarakat. Fasilitas tersebut membantu peserta mengenal proses pengolahan pangan secara langsung.

Peserta mempelajari keterkaitan antara bahan, peralatan, proses pengolahan, dan produk akhir. Pendekatan tersebut memperlihatkan penerapan pembelajaran vokasi dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

Tim juga membagikan booklet edukasi tentang pengolahan pangan lokal menjadi tepung dan produk pangan bernilai tambah. Peserta dapat menggunakan media tersebut untuk mempelajari kembali materi dan tahapan pengolahan setelah kegiatan.

Pengetahuan Peserta Mengalami Peningkatan

Tim mengevaluasi hasil kegiatan melalui pre-test dan post-test. Evaluasi tersebut mengukur perubahan pengetahuan peserta setelah mengikuti edukasi dan praktik.

Rata-rata skor pengetahuan peserta meningkat dari 69,67 sebelum kegiatan menjadi 78,67 setelah kegiatan. Sebanyak 14 dari 20 peserta juga mencatat peningkatan skor.

Ketua TP PKK Desa Curahlele, Mar’atus Sholiha, mengatakan kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru bagi peserta.

“Kami tidak hanya mendapatkan penjelasan, tetapi juga bisa melihat peralatan dan mempraktikkan pengolahan pangan secara langsung. Pengetahuan dan pengalaman tersebut dapat kami terapkan kembali dalam pemanfaatan pangan lokal di keluarga dan masyarakat,” katanya.

Dorong Pemanfaatan Pangan Lokal

Kegiatan pemberdayaan ini menjadi langkah awal Polije untuk memperluas pemanfaatan pangan lokal di masyarakat. Tim dapat melanjutkan pendampingan melalui pengembangan variasi produk dan penerapan hasil praktik di lingkungan masyarakat.

Polije juga memanfaatkan fasilitas pembelajaran vokasi untuk memperkuat transfer pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat. Melalui TeFa NutriLab Kitchen, Polije membuka ruang kolaborasi dengan masyarakat dalam mengembangkan potensi pangan lokal.