
JEMBER — Politeknik Negeri Jember (Polije) membekali mahasiswa dengan budaya keselamatan kerja melalui kelas keselamatan dan kesehatan kerja. Pakar UNDP Indonesia, Rizqi Magdawati Izzizti, mengisi kelas dalam program Kesiapan Karier Profesional.
Program tersebut mengenalkan standar keselamatan dan budaya profesional kepada mahasiswa. Selain itu, kegiatan membantu mahasiswa mempersiapkan diri menghadapi lingkungan kerja global.
Dalam sesi awal, Rizqi menjelaskan bahwa keselamatan harus menjadi bagian dari budaya kerja. Setiap pekerja perlu mengenali bahaya, menilai risiko, dan mencegah kecelakaan sejak awal.
Selanjutnya, peserta mempelajari identifikasi bahaya, penilaian risiko, dan pengendalian risiko atau HIRARC. Materi tersebut mencakup risiko fisik, kimia, biologis, ergonomi, dan psikososial.
Selain itu, mahasiswa mengenal prinsip 5S untuk menjaga lingkungan kerja tetap tertib dan aman. Mereka juga belajar mengikuti prosedur kerja serta menghindari tindakan yang mengabaikan keselamatan.
Rizqi kemudian menjelaskan nilai budaya kerja UNDP, termasuk integritas, profesionalisme, keberagaman, akuntabilitas, dan kerja sama. Ia juga menekankan pentingnya disiplin, ketepatan waktu, komunikasi terbuka, dan budaya umpan balik.
Agar lebih interaktif, mahasiswa menganalisis kasus kecelakaan akibat lemahnya budaya keselamatan. Mereka juga mengidentifikasi tindakan dan kondisi tidak aman melalui simulasi laboratorium.
Selain keselamatan fisik, peserta membahas kesehatan mental sebagai bagian dari keselamatan kerja modern. Materi tersebut mencakup pengelolaan stres, keseimbangan kehidupan, dan keamanan psikologis.
Lebih lanjut, Rizqi menghubungkan keselamatan kerja dengan kesiapan kerja dan keberlanjutan. Ia menjelaskan pentingnya memahami ISO 45001, kepemimpinan keselamatan, dan etika kerja.
Pada sesi tanya jawab, mahasiswa membahas cara beradaptasi dari budaya kampus menuju lingkungan profesional. Rizqi mendorong mahasiswa membangun disiplin, komunikasi risiko, serta kepedulian terhadap lingkungan kerja.
“Kompetensi membuat Anda diterima bekerja, tetapi pola pikir keselamatan dan budaya kerja menentukan perkembangan karier,” jelas Rizqi.
Melalui kegiatan tersebut, Polije memperkuat penerapan prinsip keselamatan kerja dalam pendidikan vokasi. Dengan demikian, lulusan Polije diharapkan siap menghadapi dunia kerja internasional secara profesional dan bertanggung jawab.