Pelatihan Bahasa Inggris Berbasis Microlearning Polije Tingkatkan Kepercayaan Diri Pegawai Pariwisata Jember

JEMBER — Politeknik Negeri Jember (Polije) menggelar pelatihan bahasa Inggris untuk meningkatkan kemampuan pegawai pariwisata dalam melayani wisatawan asing.

Tim Pengabdian kepada Masyarakat Polije menggelar pelatihan selama dua hari, 1–2 September 2026, di Aula Hotel Rembangan, Kabupaten Jember.

Sebanyak 20 pegawai dari sejumlah unit UPTD Destinasi Wisata Terpadu Kabupaten Jember mengikuti pelatihan tersebut.

Peserta berasal dari Restoran Rengganis, Patemon, Watu Ulo, dan Kebon Agung. Kepala UPTD Destinasi Wisata Terpadu Kabupaten Jember, Farah Azmi, S.E., M.M., membuka kegiatan tersebut.

Ketua Jurusan Bahasa, Komunikasi, dan Pariwisata Polije, Enik Rukiati, S.Pd., M.Pd., turut menghadiri kegiatan.

Polije Terapkan Microlearning untuk Pelayanan Wisatawan

Tim Pengabdian kepada Masyarakat Polije mengusung pendekatan microlearning dalam pelatihan tersebut.

Metode ini membagi materi bahasa Inggris menjadi bagian singkat, terarah, dan praktis. Peserta kemudian langsung menghubungkan materi dengan situasi pelayanan yang mereka hadapi sehari-hari.

Tim tidak memberikan teori bahasa Inggris secara panjang. Sebaliknya, tim memperkenalkan kosakata dan ungkapan penting melalui contoh percakapan.

Peserta kemudian langsung mempraktikkan materi melalui simulasi. Pola tersebut membuat proses belajar lebih dinamis dan dekat dengan kebutuhan pekerjaan.

Materi mencakup greeting and welcoming guests, taking orders, offering menu recommendations, handling complaints, handling payment, hingga closing conversation.

Peserta juga mempraktikkan setiap materi melalui kegiatan role play. Mereka bergantian memainkan peran sebagai petugas pelayanan dan wisatawan asing.

Peserta Gunakan ATM dan QRIS dalam Role Play

Sesi praktik berlangsung semakin interaktif ketika peserta membawa berbagai properti pendukung. Mereka menggunakan kartu ATM, telepon genggam, barcode QRIS, dan perlengkapan pembayaran lainnya.

Peserta menggunakan properti tersebut untuk mempraktikkan percakapan pembayaran dalam bahasa Inggris. Mereka juga berlatih menjelaskan metode pembayaran dan menjawab pertanyaan wisatawan.

Dalam skenario lain, peserta mempraktikkan cara menyambut tamu, menerima pesanan, merekomendasikan menu, dan menangani keluhan.

Kegiatan role play mendorong peserta untuk merespons pertanyaan secara spontan. Mereka juga belajar memilih ungkapan yang sopan sesuai dengan situasi pelayanan.

Pelatihan Bantu Peserta Recharge Kemampuan Bahasa Inggris

Peserta mengaku mendapatkan manfaat dari materi yang sesuai dengan pekerjaan mereka. Mereka juga menggunakan pelatihan tersebut untuk mengingat kembali kemampuan bahasa Inggris yang pernah mereka pelajari.

Bagi peserta, kegiatan ini tidak sekadar menambah kosakata dan ungkapan baru. Mereka juga mendapatkan kesempatan untuk recharge keterampilan, semangat, dan kepercayaan diri.

Peserta mempelajari cara menyambut wisatawan, menerima pesanan, memberikan rekomendasi menu, serta menangani keluhan dalam bahasa Inggris.

Tim juga memberikan pre-test sebelum pelatihan dan post-test setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai. Tim menggunakan hasil kedua tes tersebut untuk mengevaluasi perkembangan kemampuan peserta.

Polije Dorong Pegawai Lebih Percaya Diri

Ketua pelaksana kegiatan, Nanik Mariyati, S.Pd., M.Pd., mengatakan tim memilih pendekatan microlearning karena sesuai dengan kebutuhan peserta.

“Pelatihan ini tidak hanya bertujuan menambah pengetahuan bahasa Inggris peserta, tetapi juga memberikan ruang bagi mereka untuk kembali berlatih,” ujar Nanik.

Menurut Nanik, latihan secara langsung dapat membantu peserta membangun keberanian ketika berkomunikasi dengan wisatawan asing.

“Kami berharap peserta semakin percaya diri dan tidak ragu menggunakan bahasa Inggris ketika harus berhadapan langsung dengan tamu asing,” katanya.

Tim Pengabdian kepada Masyarakat Polije juga mendorong kolaborasi perguruan tinggi dan pengelola destinasi wisata.

Kolaborasi tersebut membuka ruang bagi Polije untuk menerapkan kompetensi vokasi sesuai kebutuhan sektor pariwisata. Pegawai UPTD juga dapat memperkuat keterampilan komunikasi untuk mendukung pelayanan wisatawan.

Melalui pelatihan ini, peserta dapat mengasah kemampuan bahasa Inggris secara praktis. Mereka juga dapat meningkatkan kesiapan dalam memberikan pelayanan yang ramah, komunikatif, dan profesional kepada wisatawan asing.