[pll_switcher dropdown="1" show_flags="1" show_names="1"]

Mesin Pemecah Kedelai Polije Percepat Produksi Tempe Siyami

BANYUWANGI – Politeknik Negeri Jember (Polije) menghadirkan mesin pemecah dan pemisah kulit ari kedelai untuk UMKM Tempe Siyami di Dusun Ringinasri, Desa Wringinpitu, Tegaldlimo, Banyuwangi.

Sebelumnya, UMKM Tempe Siyami menjalankan pemecahan kedelai melalui beberapa tahapan basah. Pemilik juga harus mengulang pemecahan dan perendaman saat menemukan biji yang belum terbelah.

Untuk mengatasi kendala tersebut, tim dosen Polije merancang mesin yang menggabungkan pemecahan biji dan pemisahan kulit ari dalam satu unit. Mesin ini membantu UMKM mengurangi pengulangan proses basah saat mengolah kedelai.

Program bertajuk “Implementasi Teknologi Tepat Guna Alat Pemecah dan Pemisah Kulit Kedelai sebagai Upaya Peningkatan Produktivitas UMKM Tempe Siyami” mendapat pendanaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sain dan Teknologi melalui skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat.

Tim Polije terdiri atas Faruq Avero Azhar, S.ST., M.Eng. sebagai ketua, bersama Qanitah, S.ST., M.T. dan Sihmaulana Dwianto, S.T., M.T. sebagai anggota. Mesin memadukan mekanisme compression-shear dengan aliran udara dari pneumatic blower untuk membantu memisahkan kulit ari.

Sebelum menyerahkan mesin kepada mitra, tim mengatur celah dan putaran unit pemecah. Tim juga menyesuaikan aliran udara blower agar mesin dapat memisahkan kulit ari secara lebih efektif.

Siyami, pemilik UMKM Tempe Siyami, mengatakan mesin tersebut memangkas tahapan kerja yang sebelumnya harus dilakukan berulang kali.

“Alat ini sangat berguna karena proses produksi menjadi lebih cepat. Sebelumnya kami harus melalui proses basah berulang kali agar biji kedelai benar-benar pecah. Sekarang proses pemecahan lebih mudah dan tidak perlu diulang sebanyak sebelumnya,” ujar Siyami.

Tim Polije juga melatih mitra mengoperasikan dan merawat mesin. Melalui pendampingan tersebut, mitra dapat menjalankan alat secara mandiri sekaligus menjaga kinerjanya untuk mendukung produksi tempe.