
JEMBER – Tim dosen Politeknik Negeri Jember (Polije) mengajak siswa SMK Negeri 2 Jember mengembangkan teknologi Internet of Things (IoT). Teknologi tersebut membantu siswa memantau kadar air selama pengeringan dan penyimpanan kopi serta tembakau.
Kegiatan kick-off berlangsung di SMK Negeri 2 Jember pada 25–26 September 2026. Program ini menjadi bagian pembelajaran berbasis pengalaman riset dari Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi Kemdiktisaintek.
Kopi dan tembakau menjadi objek kegiatan karena termasuk komoditas unggulan Kabupaten Jember. Melalui kegiatan ini, siswa menghubungkan IoT dengan kebutuhan pengolahan hasil pertanian.
Ketua Program Titik Kumpul Polije Ahmad Fahriyannur Rosyady, S.Kom., M.MT., mengatakan program berlangsung dalam tujuh pertemuan. Tahap awal mencakup pengenalan program, pre-test, serta dasar-dasar mekatronika dan elektronika.
“Kegiatan Titik Kumpul akan dilaksanakan dalam tujuh kali pertemuan. Pada tahap awal, siswa mendapatkan materi pengenalan, pre-test, serta dasar-dasar mekatronika dan elektronika,” ujar Ahmad.
Selanjutnya, siswa mendapat penguatan soft skill dan mulai mengembangkan purwarupa pada pertemuan keempat. Mereka juga mengunjungi Polije untuk mempelajari teknologi pengeringan kopi dan tembakau.
Selain itu, siswa mengenal fasilitas Teaching Factory (TeFa) Kopi Polije dan memperoleh materi dari mitra industri. Kegiatan tersebut memberi kesempatan siswa melihat penerapan teknologi secara langsung.
Kepala SMK Negeri 2 Jember Nurfarida Kusumastuti, S.Pt., M.P., menilai program tersebut memberi pengalaman baru bagi siswa. Khususnya, siswa Mekatronika serta Teknik Komputer dan Jaringan mendapat kesempatan mengembangkan prototipe.
“Kegiatan ini sangat mendukung peningkatan kompetensi siswa. Siswa juga mendapat pengalaman berkolaborasi dan membuat prototipe yang sebelumnya belum pernah dilakukan,” kata Nurfarida.
Sementara itu, Ketua Jurusan Teknologi Informasi Polije Ir. Hendra Yufit Riskiawan, S.Kom., M.Cs., menyebut program ini memperkuat kolaborasi. Polije dan SMK Negeri 2 Jember juga menghubungkan pembelajaran vokasi dengan hasil riset.
“Kegiatan Titik Kumpul menjadi wadah kolaborasi Polije dan SMK Negeri 2 Jember. Program ini juga mendorong hilirisasi hasil riset pengeringan dan penyimpanan kopi serta tembakau,” jelas Hendra.
Melalui program ini, siswa menghubungkan ilmu mekatronika, elektronika, dan IoT dengan kebutuhan pertanian. Dengan demikian, mereka memperoleh pengalaman mengembangkan teknologi melalui pembelajaran dan praktik langsung.