BANYUWANGI – Tim Pengabdi Politeknik Negeri Jember (Polije) melaksanakan program pemberdayaan aparatur desa di Balai Desa Kabat, Kabupaten Banyuwangi. Tim pengabdi menerjunkan Sistem Pendukung Keputusan (SPK) berbasis web guna menentukan tingkat kesejahteraan masyarakat secara akurat.
Selanjutnya, kegiatan ini melibatkan jajaran perangkat desa serta tim akademisi Polije yang dipimpin oleh Nugroho Setyo Wibowo. Pihaknya merancang sistem ini untuk mempermudah proses pemetaan data kemiskinan serta penyaluran bantuan sosial agar lebih tepat sasaran.
“Sistem Pendukung Keputusan berbasis web ini kami hadirkan agar perangkat desa dapat menentukan kriteria penerima bantuan secara objektif dan akurat,” ujar Ketua Tim Pengabdi Polije, Nugroho Setyo Wibowo.
Nugroho menjelaskan bahwa tim pengabdi juga menyisipkan pelatihan teknis tata cara pengoperasian aplikasi kepada para peserta. Kehadiran platform digital ini mampu meningkatkan efisiensi kerja aparatur desa dalam mengolah data warga.
Bahkan, para dosen turut mengenalkan pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung pelayanan publik. Langkah inovatif ini bertujuan mempercepat transformasi digital tata kelola pemerintahan tingkat desa.
Oleh karena itu, perangkat desa antusias mengikuti seluruh rangkaian demonstrasi penggunaan sistem interaktif tersebut. Pihaknya dapat memantau indikator kesejahteraan warga secara real-time melalui perangkat seluler maupun komputer.
“Kerja sama ini sangat berdampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat desa kami,” ujar PLT Camat Kabat, Hari Iswadi.
Hari berharap kolaborasi strategis bersama kampus vokasi ini dapat berlanjut pada sektor potensi desa lainnya. Dengan demikian, desa-desa di wilayah Banyuwangi mampu berkembang lebih makmur dan berdaya saing.
Pada akhirnya, program pengabdian masyarakat ini menjadi wujud nyata kontribusi Polije dalam memperkuat tata kelola desa berbasis digital.