Berita

Dosen Polije Dorong Kemajuan UMKM Pangan Lokal di Nganjuk


Dosen Polije Dorong Kemajuan UMKM Pangan Lokal di Nganjuk

NGANJUK – Tim Dosen Politeknik Negeri Jember (Polije) melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di UMKM Trinil Pangan Lokal, Kabupaten Nganjuk. Oleh karena itu, tim pengabdi menerjunkan inovasi teknologi untuk memperkuat daya saing olahan pangan tradisional.

Selanjutnya, pengabdi menyerahkan bantuan mesin pengering singkong otomatis berbasis thermocontrol kepada pemilik usaha. Tim dosen merancang inovasi alat pengering ini guna mempermudah proses produksi thiwul dan gatot instan.

Para dosen sengaja menciptakan mesin ini untuk mengatasi kendala penjemuran bahan baku saat musim hujan. Selain itu, kehadiran alat modern ini mampu menjamin kualitas higienis serta efisiensi waktu pengeringan.

“Pelatihan dan bantuan alat ini menyiapkan pelaku UMKM agar tetap berproduksi secara mandiri,” ujar Anggota Tim Pengabdi Polije, Qonitatul Hasanah.

Qonitatul menegaskan bahwa penggunaan teknologi pengeringan suhu terstabilkan mampu menjaga kontinuitas pasokan barang ke pasar. Dengan demikian, pihaknya ingin memastikan kapasitas produksi UMKM tidak lagi bergantung pada faktor cuaca.

Selain menghibahkan mesin pengering, tim dosen membantu pembuatan situs web pemasaran digital bagi UMKM. Langkah digitalisasi ini bertindak sebagai strategi penting untuk memperluas jangkauan promosi produk hingga ke luar kota.

Bahkan, tim akademisi Polije turut memperbarui desain kemasan produk agar terlihat lebih higienis dan menarik. Tampilan visual kemasan baru ini terbukti meningkatkan nilai jual olahan thiwul di mata konsumen modern.

“Bantuan alat dan pendampingan ini sangat membantu kelancaran serta perkembangan usaha kami,” ungkap Pemilik UMKM Trinil Pangan Lokal, Sulastri.

Oleh sebab itu, Sulastri mengapresiasi kejelian para akademisi dalam memetakan hambatan operasional para perajin makanan tradisional. Pihaknya berjanji akan memaksimalkan penggunaan fasilitas pengeringan tersebut secara berkelanjutan.

Pada akhirnya, program hibah pengabdian ini membuktikan peran aktif perguruan tinggi vokasi dalam mendukung diversifikasi pangan nasional.


Bagikan artikel ini
Berita lainnya