JEMBER – Politeknik Negeri Jember (Polije) meluluskan lebih dari 600 mahasiswa dalam Wisuda ke-50 Tahun Akademik 2026/2027. Momentum ini menjadi bagian dari komitmen Polije dalam menghasilkan lulusan berkualitas, kompeten, dan siap menghadapi kebutuhan dunia kerja.
Prof. Dr. Mukhamad Najib, S.TP., M.M., Direktur Kelembagaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendiktisaintek RI, mengapresiasi penyelenggaraan pendidikan di Polije. Ia berharap para lulusan segera memperoleh pekerjaan layak dan memberikan kontribusi positif bagi kemajuan daerah maupun nasional.
“Saya mengapresiasi Polije yang telah menyelenggarakan pendidikan berkualitas dan meluluskan lebih dari 600 mahasiswa. Harapannya, para lulusan segera memperoleh pekerjaan yang layak dan memberikan kontribusi bagi kemajuan daerah serta nasional,” ungkapnya.

Najib juga menilai Polije telah mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia kerja melalui penguatan teaching factory, kerja sama industri, dan pembaruan kurikulum. Ketiga aspek tersebut membantu memastikan kompetensi lulusan sesuai kebutuhan industri.
“Penguatan teaching factory, kerja sama dengan industri, dan pembaruan kurikulum menjadi aspek penting. Perguruan tinggi perlu memastikan kompetensi lulusannya sesuai dengan kebutuhan dunia kerja,” jelasnya.
Ia menambahkan, pemerintah terus menjaga kualitas pendidikan tinggi dan memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha serta industri. Langkah tersebut diharapkan memperluas peluang kerja dan meningkatkan penyerapan lulusan perguruan tinggi.
Direktur Polije, Saiful Anwar, S.TP., M.P., berharap para lulusan Wisuda ke-50 menjadi generasi tangguh dan berdaya saing. Ia mendorong lulusan berkontribusi di sektor industri, usaha, dan dunia kerja pada tingkat lokal, regional, nasional, hingga internasional.
“Kami berharap lulusan Polije menjadi generasi yang tangguh, berdaya saing, dan mampu menghadapi tantangan zaman. Mereka harus mampu berkontribusi di berbagai sektor, baik di tingkat lokal maupun internasional,” ujar Saiful.
Polije juga memperkuat kolaborasi dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI). Kerja sama tersebut mencakup pelatihan untuk mempersiapkan lulusan memasuki pasar kerja global. Polije turut mengembangkan fasilitas dan sarana prasarana untuk mendukung penerapan ilmu pengetahuan serta teknologi bagi masyarakat.
Saiful menegaskan, Polije terus menyesuaikan pendidikan dengan perkembangan teknologi. Penguatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), teknologi informasi, fasilitas inovasi, dan riset menjadi bagian dari upaya menjaga relevansi kompetensi lulusan.
“Kami terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi, termasuk AI dan teknologi informasi. Penguatan fasilitas inovasi dan riset juga kami lakukan agar kompetensi mahasiswa tetap relevan dengan kebutuhan industri,” tambahnya.

Sementara itu, Devriel Sogia, S.T., M.M., Direktur Pemetaan Pasar Kerja Luar Negeri KP2MI, menyampaikan pentingnya pemetaan kebutuhan tenaga kerja internasional. Upaya tersebut membantu pemerintah mengidentifikasi peluang kerja sekaligus menyiapkan calon pekerja migran yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan negara tujuan.
“Untuk memperluas peluang kerja luar negeri, kami perlu melakukan pemetaan kebutuhan pasar kerja. Selain itu, kami juga harus menyiapkan calon pekerja migran yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan negara tujuan,” ungkap Devriel.
Ia menilai Polije memiliki potensi besar sebagai mitra dalam menyiapkan tenaga kerja terampil melalui program SMK Go Global. Persiapan tersebut mencakup penguatan keterampilan teknis dan kemampuan bahasa agar lulusan mampu bekerja serta beradaptasi di lingkungan kerja luar negeri.
“Kolaborasi dengan Polije menjadi salah satu upaya menyiapkan tenaga kerja yang kompeten. Kami mendorong penguatan keterampilan teknis dan kemampuan bahasa agar lulusan mampu bekerja serta beradaptasi di luar negeri,” jelasnya.
Kolaborasi Polije dan KP2MI diharapkan membuka lebih banyak akses bagi lulusan vokasi untuk memasuki pasar kerja internasional. Kompetensi yang sesuai standar global menjadi bekal penting agar lulusan mampu bersaing dan memanfaatkan peluang kerja luar negeri.
Melalui berbagai upaya tersebut, Polije berkomitmen memperkuat kualitas pendidikan vokasi dan memperluas kesempatan kerja bagi lulusan. Wisuda ke-50 menjadi awal bagi para lulusan untuk menerapkan kompetensi, mengembangkan karier, dan memberikan kontribusi bagi masyarakat.