JEMBER – Politeknik Negeri Jember (Polije) mengembangkan Smart Fish Feeder berbasis Internet of Things (IoT) untuk mendukung budidaya ikan. Inovasi ini menggabungkan pemberian pakan otomatis dengan pemantauan kualitas air kolam secara real-time.
Dosen Jurusan Teknik Polije, Ahmad Rofi’i, S.Pd., M.Pd., membimbing riset capstone project tersebut. Ia bekerja sama dengan empat mahasiswa, yaitu Bagus Pribadi, Muchammad Dito Firmansyah, Muhammad Ridwan Saputra, dan Rizaldi Risqi Suciptop.
Dari sisi teknologi, tim mengintegrasikan sistem penjadwalan pakan dengan sensor suhu, pH, dan kekeruhan air. Selain itu, teknologi IoT memungkinkan pembudidaya memantau kondisi kolam melalui aplikasi smartphone.
“Sistem Smart Fish Feeder dan monitoring kualitas air ini kami rancang untuk mengoptimalkan pertumbuhan ikan sekaligus menekan risiko gagal panen akibat fluktuasi air,” ujar Ahmad Rofi’i.
Untuk menguji kinerja sistem, tim melakukan pengujian fungsional terhadap sensor suhu, pH, dan kekeruhan air. Menurut Rofi’i, hasil pengujian menunjukkan sensor dapat bekerja dengan baik dalam sistem IoT.
Anggota tim mahasiswa, Bagus Pribadi, menjelaskan manfaat teknologi tersebut bagi pembudidaya.
“Penerapan teknologi ini terbukti memberikan efisiensi pakan yang tinggi serta kenyamanan pemantauan dari jarak jauh bagi para peternak,” ungkap Bagus.
Selain mempermudah pemberian pakan, alat ini membantu pembudidaya memantau perubahan kualitas air. Dengan demikian, pembudidaya dapat mengenali kondisi kolam lebih cepat dan menentukan langkah penanganan yang sesuai.
Melalui riset tahun 2026 ini, tim Polije mengembangkan teknologi otomasi untuk mendukung sektor perikanan air tawar. Namun, pengujian lapangan tetap diperlukan untuk mengukur efisiensi pakan, ketepatan sensor, dan dampaknya terhadap tingkat kelangsungan hidup ikan.
Ke depan, Smart Fish Feeder berpotensi membantu pembudidaya meningkatkan efisiensi operasional dan menjaga kualitas lingkungan kolam. Inovasi ini sekaligus memperkuat kontribusi Polije dalam menghadirkan teknologi terapan bagi sektor perikanan.