JEMBER – Politeknik Negeri Jember (Polije) mengembangkan alat peniris minyak otomatis (Automatic Drain Oil) berbasis Arduino. Teknologi ini membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) meningkatkan efisiensi produksi keripik.
Dosen Polije, Ahmad Rofi’i, S.Pd., M.Pd., membimbing riset ini bersama tiga mahasiswa. Mereka adalah Canaretito Denny Firmansyah, Muhammad Kindi Shafa Farisi, dan Hainatun Nafsiyah.
Dari sisi teknologi, alat ini mengandalkan sistem kontrol Arduino yang terhubung dengan sensor thermocouple, timer, dan motor satu fase. Kombinasi komponen tersebut mengatur proses penirisan minyak setelah penggorengan secara lebih cepat dan terukur.
“Alat Automatic Drain Oil ini kami rancang untuk meniriskan minyak secara optimal sehingga keripik lebih renyah dan tahan lama,” ujar Ahmad Rofi’i.
Untuk mengukur kinerjanya, tim menguji kadar minyak pada produk keripik setelah proses penirisan. Hasil pengujian menunjukkan alat ini mampu menurunkan kadar minyak hingga 41 persen.
Anggota tim, Canaretito Denny Firmansyah, menekankan pentingnya kemudahan pengoperasian bagi pelaku UMKM.
“Sistem otomatisasi ini memudahkan pelaku UMKM keripik mengoperasikan alat secara langsung dalam kegiatan produksi,” ungkap Canaretito.
Selain mengurangi kadar minyak, alat ini membantu pelaku usaha menjalankan proses produksi dengan lebih praktis. Tim juga melaporkan nilai Safety Factor sebesar 15, meski satuan dan metode pengukurannya perlu dikonfirmasi.
Dengan penggunaan alat ini, pelaku UMKM berpeluang meningkatkan konsistensi mutu produk sekaligus memperbaiki efisiensi kerja. Namun, tim masih perlu menguji dampaknya terhadap daya simpan dan keamanan produk.
Melalui inovasi ini, Polije mendorong penerapan teknologi terapan dalam industri pangan lokal. Ke depan, alat tersebut diharapkan membantu pelaku UMKM meningkatkan kualitas keripik dan memperkuat daya saing usaha.