JEMBER – Politeknik Negeri Jember (Polije) mengembangkan kompor biomasa berbahan sekam padi dengan sistem aliran kontinu (continuous-flow). Teknologi ini memungkinkan pengguna menambahkan bahan bakar tanpa harus mematikan kompor.
Pengembangan teknologi tersebut dipimpin Prof. Dr. Ir. Bayu Rudiyanto, S.T., M.Si., bersama tim peneliti Polije. Tim ini juga melibatkan Warit Abi Nurazaq, S.T.P., M.Sc., dan Novangga Adi Mulyono, S.T., M.T.
Dari sisi desain, kompor ini menggunakan wadah berbentuk kerucut (hopper) untuk menampung dan memasok sekam padi. Desain tersebut memungkinkan pengguna menambahkan bahan bakar ketika kompor masih beroperasi.
“Inovasi kompor biomasa ini kami rancang untuk memanfaatkan limbah sekam padi menjadi energi memasak yang efisien dan bersih,” ujar Bayu.
Untuk mengetahui kinerjanya, tim peneliti menguji kompor menggunakan metode Water Boiling Test (WBT) versi 4.2.3. Pengujian ini membantu tim mengevaluasi kinerja termal kompor selama proses pemanasan.
Bayu menjelaskan bahwa sistem aliran kontinu membantu menjaga proses pemanasan tanpa perlu menyalakan ulang kompor. “Sistem continuous-flow ini menjaga proses pemanasan tetap stabil tanpa perlu menyalakan ulang kompor dari awal,” tambah Bayu.
Dari hasil pengujian, kompor ini mencapai efisiensi termal 12,70 persen pada fase hot-start. Pada saat yang sama, ruang isolator termal membantu menjaga dinding luar kompor tetap dingin selama penggunaan.
Pengembangan ini memanfaatkan sekam padi yang berpotensi menjadi sumber energi alternatif. Dengan pemanfaatan tersebut, limbah pertanian dapat memiliki nilai guna lebih tinggi.
Melalui riset ini, Polije turut mengembangkan teknologi tepat guna untuk mendukung pemanfaatan sumber daya lokal. Pengujian lanjutan tetap diperlukan untuk mengevaluasi efisiensi, keamanan, dan potensi penerapan kompor secara lebih luas.