NGANJUK – Politeknik Negeri Jember (Polije) melalui PSDKU Manajemen Agribisnis Kabupaten Nganjuk menggelar pelatihan soft skill bertema “Komunikasi Pemasaran” pada Senin (19/10/2026). Pelatihan ini mengasah kemampuan komunikasi persuasif mahasiswa untuk meningkatkan daya saing lulusan.
Seluruh mahasiswa Manajemen Agribisnis mengikuti kegiatan tersebut. Selain mempelajari keterampilan teknis pertanian, mereka juga mengembangkan kemampuan komunikasi untuk menjadi agripreneur dan pemasar produk pertanian profesional.
Untuk mendukung tujuan tersebut, Polije menghadirkan Anik Nur Qomariah, S.Hum., M.Pd., pendiri Bee-cara.id sekaligus praktisi public speaking dan komunikasi. Ia membagikan pengalaman praktis melalui sesi interaktif tentang teknik mempromosikan produk dengan percaya diri.
Pertama, Anik mengajak mahasiswa mengenali pemicu rasa gugup saat berbicara di depan umum. Kemudian, peserta mempraktikkan teknik pernapasan dan perubahan pola pikir untuk membangun kepercayaan diri.
Selanjutnya, mahasiswa berlatih mengelola suara melalui empat aspek, yaitu volume, artikulasi, tempo, dan intonasi. Dengan menguasai keempat aspek tersebut, mereka dapat menyampaikan pesan pemasaran secara jelas, menarik, dan meyakinkan.
Pada sesi inti, Anik memperkenalkan formula H-B-A (Hook, Benefit, Action) untuk mempromosikan produk. Melalui formula ini, mahasiswa belajar menarik perhatian audiens, menjelaskan manfaat produk, lalu mengajak konsumen melakukan pembelian.
“Mahasiswa Agribisnis tidak cukup hanya bisa menghasilkan produk yang bagus, tapi harus bisa menceritakan kebaikan produknya. Dengan suara yang dikelola dengan baik dan struktur bicara H-B-A, produk pertanian lokal pun bisa punya nilai jual yang tinggi,” ujar Anik Nur Qomariah.
Setelah mempelajari materi, mahasiswa bergiliran mempraktikkan teknik promosi di depan peserta lain. Mereka mempresentasikan berbagai produk agribisnis, mulai dari olahan pangan dan sayuran hingga komoditas perkebunan.
Melalui pelatihan ini, Polije mendorong mahasiswa PSDKU Manajemen Agribisnis Nganjuk memadukan keterampilan teknis dengan kemampuan komunikasi. Dengan demikian, mereka dapat mempersiapkan diri untuk memasuki dunia kerja, memasarkan produk pertanian, maupun membangun usaha agribisnis secara mandiri.