JEMBER – Politeknik Negeri Jember (Polije) menerima kunjungan benchmarking dari Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) di Kampus Utama Polije. Kedua politeknik membahas tata kelola unit usaha, optimalisasi aset, dan strategi meningkatkan pendapatan perguruan tinggi vokasi.
Kepala UPA Pengembangan Teknologi dan Produk Unggulan (PTPU) Polsri, Yulianto Wasiran, memimpin delegasi dalam kunjungan tersebut. Melalui pertemuan ini, ia ingin menggali praktik pengelolaan usaha yang dapat mendukung pengembangan institusinya.
Yulianto mengungkapkan bahwa Polsri menghadapi tantangan koordinasi internal, terutama antara bidang kerja sama dan keuangan. Karena itu, ia ingin mempelajari strategi Polije untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan unit usaha.
“Kami ingin mempelajari tata kelola unit usaha Polije agar dapat dikembangkan secara berkelanjutan di Polsri,” ujar Yulianto Wasiran.
Selain mempelajari tata kelola, Yulianto berharap kunjungan ini membantu Polsri menemukan pola koordinasi yang lebih efektif.
“Kami berharap pertukaran pengalaman ini membantu kami menemukan pola koordinasi yang lebih efektif dalam mengembangkan usaha institusi,” tambahnya.
Sementara itu, Polije memanfaatkan kunjungan ini untuk memperkuat hubungan antarpoliteknik sekaligus berbagi pengalaman. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak juga membahas sinergi antarbidang untuk mengoptimalkan aset institusi.
Wakil Direktur Bidang Keuangan dan Umum Polije, Yossi Wibisono, menjelaskan bahwa Polije mengembangkan unit usaha dengan berorientasi pada pelayanan industri. Untuk mendukung strategi tersebut, Polije menerapkan ekosistem Teaching Factory (TeFa).
“Pengembangan usaha Polije berfokus pada pelayanan industri melalui penerapan ekosistem Teaching Factory,” ungkap Yossi Wibisono.
Lebih lanjut, Yossi menjelaskan bahwa TeFa menghubungkan pembelajaran mahasiswa dengan kebutuhan nyata dunia kerja.
“Melalui ekosistem ini, kegiatan pembelajaran dapat berjalan seiring dengan kebutuhan industri, termasuk penyelarasan kurikulum, program magang, dan peluang penyerapan lulusan,” jelasnya.
Dengan pertukaran pengalaman ini, Polije dan Polsri dapat mengembangkan strategi pengelolaan unit usaha sesuai kebutuhan masing-masing. Pada akhirnya, kolaborasi tersebut diharapkan memperkuat tata kelola aset dan mendukung kemajuan pendidikan vokasi nasional.