Berita

Polije Implementasikan Sistem Informasi di Pesantren Al Ifadah


Polije Implementasikan Sistem Informasi di Pesantren Al Ifadah

JEMBER — Politeknik Negeri Jember (Polije) mendorong transformasi digital di Pondok Pesantren Al-Ifadah melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Program tersebut menghadirkan Sistem Informasi Pondok Pesantren berbasis web untuk mendukung tata kelola administrasi.

Melalui sistem tersebut, pengelola pesantren dapat mengintegrasikan berbagai proses administrasi dalam satu layanan digital. Selain itu, sistem membantu pesantren menyampaikan informasi secara lebih terstruktur, efektif, dan mudah diakses.

Tim dosen Polije melaksanakan kegiatan tersebut sebagai bagian dari tridarma perguruan tinggi. Program ini sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi sesuai kebutuhan pengelolaan Pondok Pesantren Al-Ifadah.

Ketua Tim PkM, Faisal Lutfi Afriansyah, S.Kom., M.T., memimpin pelaksanaan program tersebut. Ia bekerja bersama Ahmad Fahriyannur Rosyady, S.Kom., M.MT.; Beni Widiawan, S.ST., MT; Lalitya Nindita Sahenda, S.Pd., M.T.; dan Akas Bagus Setiawan, S.Kom., M.MT.

Selanjutnya, tim tidak hanya mengimplementasikan sistem informasi berbasis web. Tim juga mendorong pengelola pesantren memahami pemanfaatan teknologi untuk mendukung kebutuhan administrasi dan pelayanan informasi.

Menurut Faisal, sistem informasi tersebut dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi pengelola pesantren. Karena itu, pengelola dapat mengembangkan sistem sesuai kebutuhan pada masa mendatang.

“Melalui kegiatan ini, kami membantu Pondok Pesantren Al-Ifadah memanfaatkan teknologi untuk mendukung administrasi dan pelayanan informasi,” ujar Faisal.

Ia menjelaskan, sistem tersebut juga memberikan kemudahan akses informasi bagi berbagai pihak. Pengguna yang dapat memperoleh manfaat antara lain santri, calon santri, wali santri, dan masyarakat.

Dengan penerapan sistem informasi tersebut, pengelola pesantren dapat mengelola data secara lebih terintegrasi. Sementara itu, masyarakat memperoleh akses informasi pesantren melalui layanan digital yang lebih mudah.

Polije berharap implementasi sistem informasi tersebut dapat memperkuat tata kelola Pondok Pesantren Al-Ifadah. Selain itu, pesantren dapat terus memanfaatkan dan mengembangkan sistem sesuai kebutuhan layanan di masa depan.


Bagikan artikel ini
Berita lainnya