
JEMBER — Politeknik Negeri Jember (Polije) mendampingi warga Dusun Krajan, Desa Seputih, Kecamatan Mayang, Jember. Program tersebut mendorong pemanfaatan pekarangan untuk budidaya tanaman obat keluarga atau TOGA.
Program PkM Desa Binaan ini sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Warga mendapat pendampingan dalam budidaya, pengolahan produk, pengelolaan keuangan, dan pemasaran.
Kepala Desa Seputih, Suryadi Sanjaya, mengatakan lebih dari 60 persen pekarangan warga belum termanfaatkan optimal. Karena itu, ia mendukung pendampingan Polije untuk mengembangkan potensi tersebut.
Tim PkM Polije terdiri atas Oryza Ardhiarisca, Nur Faizin, Dian Galuh Pratita, dan Dr. Avisenna Harkat. Kegiatan juga melibatkan mahasiswa Galih Dwi Premasanam, Moch. Zidan Qudrotil, dan Nathanael.
Dian Galuh Pratita melatih warga menanam jahe, kencur, kunyit, dan serai. Peserta juga mempelajari perawatan tanaman serta teknik pemupukan.
“Tanaman TOGA penting untuk ditanam di pekarangan rumah karena dapat digunakan secara cepat ketika diperlukan,” ujar Dian.
Pelatihan tersebut mendorong warga memanfaatkan pekarangan secara produktif.
Selanjutnya, Nur Faizin melatih warga mengolah jahe menjadi bubuk. Prosesnya meliputi pencucian, pengeringan, penggilingan, hingga pengemasan produk.
“Produk herbal perlu dikeringkan hingga kadar air yang sesuai untuk penyimpanan,” jelas Nur Faizin.
Tim Polije juga memberikan oven, kompor, dan mesin penggilingan.
Sementara itu, Oryza mengajarkan penghitungan biaya produksi dan harga jual menggunakan Microsoft Excel. Avisenna mengenalkan website sebagai media pemasaran produk olahan TOGA.
“Penentuan harga jual merupakan salah satu faktor krusial yang dapat berdampak pada optimalisasi keuntungan,” jelas Oryza.
Menurutnya, perhitungan biaya yang tepat membantu masyarakat menentukan harga jual.
Suryadi mengapresiasi pendampingan Polije bagi masyarakat Dusun Krajan. Ia berharap kolaborasi tersebut berlanjut dan memperkuat potensi ekonomi desa.