
JEMBER — Politeknik Negeri Jember (Polije) mengembangkan teknologi untuk mendukung budidaya tanaman hidroponik di Bondowoso. Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Polije menerapkan Smart Hydroponic Monitoring System pada 9 September 2026.
Tim Polije menerapkan sistem tersebut bersama Rudi’s Farm sebagai mitra kegiatan. Teknologi ini membantu mitra memantau kondisi hidroponik secara lebih efektif, praktis, dan terukur.
Sistem monitoring tersebut membaca empat parameter penting dalam budidaya hidroponik. Parameter itu meliputi Total Dissolved Solids (TDS), pH, suhu, dan ketinggian air.
Data sensor membantu mitra mengetahui kondisi larutan dan lingkungan budidaya secara berkala. Mitra kemudian dapat menyesuaikan pengelolaan hidroponik berdasarkan kondisi yang terpantau.
Tim Polije juga mengembangkan perangkat lunak berbasis mobile untuk mendukung sistem tersebut. Pengguna dapat melihat hasil pembacaan sensor melalui telepon pintar tanpa memeriksa perangkat secara langsung.
Tim PkM Polije melibatkan Muhammad Ihsan Alfarizi, S.TP., M.Sc., Agung Wahyono, SP., M.Si., Ph.D., Agus Hariyanto, S.T., M.Kom., dan Victor Phoa, S.Si., M.Cs. Empat mahasiswa turut membantu kegiatan, yakni Rahmat Rendy Prayogo, Arief Bagus Cahyono, Syahidah Az-Zahra Putri, dan Orlin Larisa Azaria.
Muhammad Ihsan mengatakan tim menyesuaikan penerapan teknologi dengan kondisi dan kebutuhan mitra. “Penerapan Smart Hydroponic Monitoring System menjadi bentuk kontribusi Polije dalam mengintegrasikan teknologi dengan kebutuhan nyata masyarakat dan mitra,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, Polije mendorong mitra mengelola budidaya hidroponik secara lebih terukur. Program ini juga memperkuat peran pendidikan vokasi dalam menghadirkan teknologi sesuai kebutuhan masyarakat.