Polije Dampingi Keluarga Desa Suci Manfaatkan Pangan Lokal untuk Cegah Stunting

JEMBER — Politeknik Negeri Jember (Polije) memperkuat pencegahan stunting melalui pendampingan keluarga di Desa Suci, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember. Program tersebut mengajak masyarakat memahami gizi dan memanfaatkan pangan lokal.

Polije menjalankan program SMART VILLAGE Sustainable Community Nutrition and Healthy Living sejak 30 Juli 2026. Tim menggabungkan edukasi gizi, pemanfaatan pangan lokal, penguatan Rumah Desa Sehat (RDS), serta pelatihan kader Posyandu.

Ketua Tim Pengabdian, Surya Dewi Puspita, S.ST., M.Kes., mengatakan tim menggabungkan edukasi dengan praktik.

“Kami ingin kegiatan ini tidak hanya berhenti pada penyuluhan,” katanya. “Ibu-ibu dan kader kami libatkan langsung agar mereka mendapatkan pengalaman yang bisa diterapkan,” lanjutnya.

Sebanyak 30 ibu balita mengikuti edukasi tentang gizi, pemantauan pertumbuhan, perilaku hidup bersih, dan sanitasi. Tim kemudian mengajak peserta mengolah ikan lele serta daun kelor menjadi dimsum lele dan mie kelor.

Polije juga meningkatkan keterampilan 18 kader Posyandu dalam memantau pertumbuhan balita. Para kader mengikuti pelatihan penggunaan Tikar Pertumbuhan untuk membantu pengukuran antropometri dan mengenali kondisi pertumbuhan anak.

Tim kemudian mendampingi kader menerapkan keterampilan tersebut melalui kegiatan Posyandu di Rumah Desa Sehat. Kegiatan pendampingan berlangsung pada 4, 9, dan 11 September 2026.

Seorang kader Posyandu Desa Suci mengatakan praktik langsung membantu kader memahami penggunaan Tikar Pertumbuhan.

“Setelah praktik langsung, kami lebih paham cara menggunakan tikar pertumbuhan,” katanya. “Kami dan masyarakat jadi tahu langsung kondisi pertumbuhan anak,” lanjutnya.

Polije menjalankan program tersebut melalui pendanaan PNBP Polije Tahun 2026 dalam skema Desa Binaan. Polije berharap keluarga melanjutkan pemanfaatan pangan lokal dan pemantauan pertumbuhan melalui Posyandu serta Rumah Desa Sehat.