Polije Terapkan Mesin Huller untuk Efisiensi Pengolahan Kopi UMKM

JEMBER – Politeknik Negeri Jember (Polije) menerapkan teknologi mesin huller untuk meningkatkan efisiensi pengolahan kopi fermentasi alami pada UMKM.

Polije menjalankan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bersama UD Donna Roti & Kopi di Gebang Waru, Kecamatan Kaliwates, Jember.

Program bertajuk “Implementasi Teknologi Huller sebagai Upaya Efisiensi Pengolahan Kopi Fermentasi Alami pada UMKM Kopi” ini membantu mitra mempercepat proses pascapanen dan menjaga konsistensi mutu green bean.

UD Donna Roti & Kopi mengolah kopi hingga menghasilkan green bean specialty coffee. Mitra memiliki potensi bahan baku coffee cherry sekitar 100 ton per tahun dari kawasan Ijen dan sekitarnya.

Mitra mengandalkan fermentasi alami untuk menghasilkan karakter cita rasa khas. Namun, proses hulling atau pengupasan kulit tanduk (parchment) sebelumnya masih menggunakan jasa pihak ketiga.

Kondisi tersebut menambah waktu dan biaya produksi. Saat musim panen, antrean mesin huller juga dapat memperlambat proses pengolahan.

Polije Terapkan Mesin Huller

Tim Polije memasang mesin huller sesuai kebutuhan produksi mitra. Mesin tersebut memungkinkan UD Donna Roti & Kopi melakukan proses pengupasan parchment secara mandiri.

Polije juga memberikan pelatihan pengoperasian, pengaturan kapasitas, perawatan, keselamatan kerja, dan penanganan green bean. Tim menggunakan demonstrasi, praktik langsung, serta diskusi untuk mendampingi mitra.

Selain itu, tim menerapkan tiga SOP, yaitu SOP Penanganan Pascapanen Kopi Fermentasi Alami, SOP Pengoperasian Mesin Huller, serta SOP Perawatan dan Pemeliharaan Mesin Huller Kopi.

Langkah tersebut membantu mitra mengintegrasikan teknologi dengan proses produksi sehari-hari.

Mitra Mulai Produksi Lebih Mandiri

Pemilik UD Donna Roti & Kopi, Ghiffari, menyambut penerapan mesin huller melalui program PkM Polije.

“Selama ini proses hulling masih kami lakukan di tempat lain sehingga membutuhkan waktu dan biaya tambahan. Dengan mesin ini, kami bisa mengolah kopi sendiri di tempat,” ujar Ghiffari, Selasa (29/9/2026).

Menurutnya, pendampingan Polije juga membantu mitra memahami penggunaan dan perawatan mesin. Ia berharap teknologi tersebut mendukung produksi yang lebih cepat dan efisien, terutama saat musim panen.

Polije Perkuat Transfer Teknologi

Ketua tim pengabdian, Casilda Aulia Rakhmadina, S.T.P., M.Eng., mengatakan penerapan teknologi UMKM perlu berjalan bersama transfer pengetahuan.

“Selain menerapkan mesin huller, kami memberikan pelatihan, pendampingan, dan SOP agar mitra mampu menggunakan serta merawat teknologi secara optimal dan berkelanjutan,” jelas Casilda.

Tim kemudian melakukan monitoring dan evaluasi untuk memastikan teknologi berjalan sesuai kebutuhan produksi. Pendekatan ini juga membantu mitra menjaga proses pascapanen secara lebih terstruktur.

Dorong Efisiensi Pengolahan Kopi

Penerapan mesin huller membantu mitra mengurangi waktu tunggu dan ketergantungan pada jasa pihak ketiga. Teknologi tersebut juga mendukung peningkatan kapasitas pengolahan green bean.

Dengan proses yang lebih mandiri dan terstandar, UD Donna Roti & Kopi dapat mengelola bahan baku dalam volume lebih besar saat musim panen.

Program ini sekaligus memperkuat potensi kopi fermentasi alami sebagai produk specialty coffee. Melalui teknologi tepat guna, pendampingan, dan standardisasi proses, Polije mendorong UMKM kopi meningkatkan efisiensi serta nilai tambah produk lokal.