
JEMBER – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Negeri Jember sukses mendorong UMKM Penggilingan Daging Anugerah di Desa Sempolan naik kelas. Tim akademisi mendampingi mitra bertransformasi dari sekadar penyedia jasa giling menjadi produsen pentol bakso beku mandiri.
Program pengembangan usaha ini berjalan di bawah kepemimpinan Annisa’u Choirun bersama jajaran dosen serta mahasiswa Polije. Tim memberikan pendampingan paket lengkap dari hulu hingga hilir guna memperluas lini bisnis mitra.
Sebelumnya, UMKM Anugerah menghadapi kendala keterbatasan resep standar, keterbatasan tenaga kerja, serta ketidakseragaman ukuran produk. Oleh karena itu, tim Polije memberikan solusi terintegrasi melalui mekanisasi produksi serta penerapan standar higiene pangan.
Tim dosen memberikan bantuan mesin cetak bakso mekanis, alat vacuum sealer, serta menyusun modul panduan operasional. Selain itu, akademisi mendampingi perancangan kemasan stiker serta edukasi penerapan Cara Produksi Pangan yang Baik secara intensif.
“Pendampingan yang kami lakukan dimulai benar-benar dari tahap awal hingga teknik pengemasan hampa udara,” ujar Annisa’u Choirun, Ketua Tim PkM Polije.
Annisa’u menambahkan bahwa seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar serta mendapat sambutan sangat positif dari pihak mitra. Pemilik UMKM Anugerah, Nur Kholifah, mengapresiasi tinggi atas bantuan teknologi tepat guna serta pembekalan resep terstandar tersebut.
“Bantuan mesin cetak dan alat vacuum sealer sangat membantu usaha kami untuk bertransformasi menjadi produsen mandiri,” tutur Nur Kholifah.
Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan penguasaan iptek mitra mencapai seratus persen dalam mengelola lini produk baru. Polije berharap UMKM Anugerah terus berkembang menjadi unit usaha pengolahan daging yang mandiri serta berdaya saing tinggi.