
JEMBER – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Negeri Jember menyerahkan mesin pengupas kedelai otomatis kepada UMKM Tempe Salam. Penyerahan teknologi tepat guna ini berlangsung di Desa Sukowiryo, Kecamatan Jelbuk, Kabupaten Jember.
Bantuan ini bertujuan mengatasi kendala pengolahan kedelai manual yang memakan banyak waktu serta tenaga harian. Melalui pendanaan PNBP 2026, tim dosen Polije merancang mesin otomatis berbahan stainless steel berkapasitas 120 kilogram.
Perangkat otomatis bermotor listrik ini sanggup mengolah sekitar 100 kilogram kedelai per jam secara higienis. Sebelum penyerahan resmi, tim akademisi melakukan pengujian ketat serta penyempurnaan alat di Laboratorium Logam Polije.
Hasil perbaikan sistem penggilingan membuktikan kulit ari terpisah sempurna dan biji kedelai terbelah dua tanpa merusak bahan. Selain menyerahkan mesin, tim Polije memberikan pelatihan pengoperasian, petunjuk perawatan, serta pendampingan branding produk harian.
“Teknologi tepat guna ini hadir untuk mempercepat proses produksi sekaligus menjaga konsistensi kualitas Tempe Salam,” ujar perwakilan tim PkM Polije.
Pemilik usaha Tempe Salam, Badrus Salam, menyambut baik bantuan teknologi serta pendampingan manajemen dari para akademisi. Pihaknya optimistis kapasitas produksi harian akan meningkat pesat sehingga sanggup memenuhi permintaan pasar yang lebih luas.
Tim PkM Polije mengawal penuh perawatan alat hingga monitoring berkala pada akhir September 2026 mendatang. Pendampingan lanjutan akan berfokus pada modernisasi kemasan produk, penggunaan electric sealer, serta pelatihan strategi pemasaran digital.
“Kami siap mendampingi mitra secara berkelanjutan agar efisiensi produksi dan jangkauan pasar tumbuh seimbang,” pungkasnya.