Polije Dorong Mekanisasi Panen Padi Atasi Krisis Tenaga Kerja

JEMBER – Politeknik Negeri Jember (Polije) mendorong mekanisasi panen padi di Desa Arjasa. Langkah ini membantu petani menghadapi keterbatasan tenaga kerja saat musim panen.

Melalui Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Desa Binaan, tim Polije mengenalkan mesin panen padi portabel kepada Kelompok Tani Padi Desa Arjasa. Tim merancang mesin tersebut agar ergonomis serta mudah digunakan dan dirawat petani.

Tim PkM terdiri atas Irma Wardati, Iqbal Erdiansyah, Nisa Budi Arifiana, Ferril Muhammad Nur, dan Rizal Perlambang. Selanjutnya, tim memberikan sosialisasi, pelatihan operasional, perawatan mesin, demonstrasi di lahan, pendampingan, dan evaluasi.

Ketua Kelompok Tani Padi Desa Arjasa, Apriyanto, menyambut penggunaan teknologi tersebut. Menurutnya, mesin panen dapat membantu petani ketika jumlah tenaga kerja tidak mencukupi.

“Penggunaan mesin panen dapat membantu petani menyelesaikan pekerjaan lebih cepat. Dengan begitu, petani tidak terlalu bergantung pada ketersediaan tenaga kerja saat musim panen,” kata Apriyanto.

Sementara itu, Ketua Tim PkM Irma Wardati menjelaskan bahwa mekanisasi menjadi salah satu alternatif untuk menjaga kelancaran panen. Selain menghemat waktu dan tenaga, petani juga belajar mengoperasikan serta merawat mesin secara mandiri.

“Melalui introduksi mesin panen padi portabel, kami ingin membantu petani mengatasi keterbatasan tenaga kerja. Selain itu, petani dapat memperoleh keterampilan untuk mengoperasikan dan merawat mesin secara mandiri,” ujar Irma.

Dalam kegiatan tersebut, tim menerapkan pendekatan Technology Acceptance Model (TAM) untuk mendorong penerimaan teknologi. Karena itu, petani langsung mengikuti praktik pengoperasian dan perawatan mesin di lahan.

Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani dalam mekanisasi panen padi. Dengan demikian, pemanfaatan mesin dapat membantu meningkatkan efisiensi waktu dan tenaga sekaligus mendukung produktivitas petani Desa Arjasa.