
JEMBER – Tim dosen Politeknik Negeri Jember (Polije) menciptakan mesin pencuci telur asin otomatis. Inovasi ini membantu UMKM Telur Asin Rifky mempercepat proses produksi.
Sebelumnya, pekerja mencuci sekitar 600 telur secara manual. Proses tersebut memakan waktu tiga hingga empat jam dan menguras tenaga.
Ketua tim, Dr. Budi Utomo, M.Si., menjelaskan alasan tim mengembangkan mesin tersebut. Tim menyesuaikan desain dengan kebutuhan produksi UMKM.
“Proses pencucian masih manual dan membutuhkan waktu tiga sampai empat jam untuk 600 telur. Karena itu, kami membuat mesin sederhana yang mudah digunakan dan mampu meningkatkan kapasitas produksi,” ujar Budi.
Mesin memakai motor listrik berdaya rendah dan sistem pencucian otomatis. Sistem tersebut membantu pekerja menyelesaikan pencucian telur dengan lebih cepat.
Kini, pekerja dapat mencuci sekitar 600 telur dalam satu jam. Mesin juga menghemat air dan tidak membutuhkan sabun atau bahan pembersih tambahan.
Nova, pelaku UMKM Telur Asin Rifky, merasakan manfaat mesin tersebut. Ia dapat menghemat waktu dan mengalihkan tenaga untuk pekerjaan produksi lainnya.
“Setelah menggunakan mesin, proses pencucian hanya sekitar satu jam. Pekerjaan kami menjadi lebih ringan dan kapasitas produksi meningkat,” kata Nova.
Tim pengembang terdiri atas Dr. Budi Utomo, M.Si., Elok Kurnia Novitasari, S.TP., M.P., Yani Subaktilah, S.TP., MP, Adhima Adhamatika, S.T.P., M.T.P., Mohammad Edwinsyah Y. P., S.ST., M.Tr.P., dan Dimas Triardianto, S.T., M.Sc. Tim menjalankan inovasi ini melalui program pengabdian kepada masyarakat Polije.