
Mahasiswa dan dosen dari Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia secara resmi mengakhiri Program Mobilitas Mahasiswa di Politeknik Negeri Jember (Polije) dan kembali ke Malaysia. Program yang berlangsung selama beberapa minggu ini menjadi platform berharga untuk pertukaran akademik, pendalaman budaya, dan kolaborasi institusional antara Polije dan UiTM.
Selama di Jember, delegasi UiTM berpartisipasi aktif dalam berbagai workshop akademik, kuliah gabungan, dan kelas praktik di beberapa jurusan Polije. Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengalami sistem pendidikan vokasi Indonesia, khususnya di bidang pertanian, teknologi, dan kewirausahaan. Program ini juga memungkinkan dosen bertukar metodologi pengajaran dan menjajaki kolaborasi penelitian di masa depan.
Di luar kelas, peserta UiTM mengambil bagian dalam berbagai kegiatan budaya dan pengabdian masyarakat. Mereka mengunjungi industri lokal, menjelajahi warisan budaya Jember, dan berinteraksi dengan mahasiswa lokal untuk mempelajari tradisi dan nilai-nilai Indonesia. Salah satu puncak kunjungan mereka adalah kunjungan ke Tanoker Ledokombo dan Pantai Papuma.
Wakil Direktur Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Polije, Agung Wahyono, Ph.D., menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif UiTM sepanjang program. Ia menekankan bahwa kolaborasi ini mencerminkan komitmen kedua institusi untuk mendorong pengalaman belajar lintas batas.
Perwakilan dari UiTM juga menyampaikan terima kasih kepada Polije atas sambutan hangat dan kegiatan yang terorganisir dengan baik. Mereka mengakui bahwa program ini tidak hanya memperluas perspektif akademik mahasiswa tetapi juga memperkuat persahabatan dan pemahaman antara Malaysia dan Indonesia.
“Kami menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif UiTM sepanjang program. Kolaborasi ini mencerminkan komitmen bersama untuk mendorong pengalaman belajar lintas batas,” ujar Agung Wahyono, Ph.D.
Saat delegasi berangkat dari Jember, suasana dipenuhi dengan perpisahan yang mengharukan, melambangkan ikatan kuat yang terbangun melalui pembelajaran dan kolaborasi. Kedua institusi menyatakan optimisme bahwa program ini akan menjadi fondasi bagi kerja sama berkelanjutan di masa depan.