Tingkatkan Pendidikan Vokasi, Polije dan JICA Jajaki Kolaborasi Strategis

Politeknik Negeri Jember (Polije) menyambut kunjungan perwakilan Japan International Cooperation Agency (JICA) untuk mengadakan diskusi strategis. Pertemuan ini bertujuan menjajaki potensi Kolaborasi JICA Polije di bidang pendidikan vokasi, penelitian terapan, dan pengembangan kapasitas internasional.

Pertemuan tersebut dikoordinasikan oleh Kantor Urusan Internasional (KUI) Polije dan dihadiri oleh jajaran pimpinan serta kepala departemen Polije.

Dalam sesi formal, Direktur Polije, Saiful Anwar, S.TP., M.P., menyatakan antusiasme tinggi untuk membangun kerja sama jangka panjang dengan JICA. Kedua belah pihak menyoroti pentingnya memperkuat pendidikan vokasi guna menjawab kebutuhan industri global, khususnya di sektor pertanian, teknik, dan teknologi.

“Kami sangat antusias dengan potensi Kolaborasi JICA Polije ini. Ini adalah momentum untuk memperkuat pendidikan vokasi guna memenuhi kebutuhan industri global,” tegasnya.

Acara tersebut menampilkan presentasi oleh Kepala KUI, Vigo Dewangga, yang memaparkan profil kelembagaan Polije, mencakup program akademik, inisiatif internasional, capaian kampus, dan visi untuk memperluas kemitraan global.

Vigo juga menekankan keterkaitan erat Polije dengan industri dan keberhasilan model pembelajaran terapan. Perwakilan JICA mengapresiasi komitmen Polije dalam menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap kerja.

Sementara itu, mewakili JICA Indonesia, Project Formulation Adviser Inaba Shigeko menyampaikan presentasi mengenai misi organisasi dan program yang sedang berjalan di Indonesia, termasuk pengembangan sumber daya manusia dan transfer teknologi.

“Polije memiliki komitmen kuat di bidang teknologi dan pertanian berkelanjutan, sehingga sejalan dengan fokus program JICA di Indonesia,” jelas Inaba Shigeko.

Inaba juga menguraikan potensi bidang kolaborasi, khususnya dalam peningkatan kapasitas, pengembangan kurikulum, dan penelitian terapan di sektor pertanian berkelanjutan. Kunjungan tersebut diakhiri dengan sesi diskusi interaktif untuk mengidentifikasi peluang kerja sama yang menjanjikan.

Kedua belah pihak menyatakan optimisme bersama untuk langkah berikutnya, menandai fondasi penting bagi kemitraan masa depan yang mendukung pengembangan regional dan pendidikan vokasi standar global.