
Teaching Factory (Tefa) Canning Polije resmi meraih sertifikat SNI untuk produk sarden dan makerel kaleng. Capaian ini merupakan langkah strategis Polije dalam menjamin keamanan pangan dan memenuhi standar pasar nasional.
Kepala UPT KKP Perikanan Banyuwangi, Yanti Rahmawati, S.Pi., M.M., memuji komitmen Polije dalam menghasilkan produk berkualitas. Pihaknya siap mengawal produk olahan ikan lainnya agar segera menyusul standar yang sama.
“Apresiasi tinggi untuk Polije, hal ini menunjukkan komitmen institusi menghasilkan produk bermanfaat untuk masyarakat,” ucap Yanti.
Selanjutnya, Yanti menunggu pendaftaran inovasi produk turunan ikan lainnya. Standarisasi ini sangat penting untuk meningkatkan nilai jual produk karya mahasiswa di pasar luas.
“Kami siap mendampingi pendaftaran SNI untuk produk olahan ikan lainnya seperti abon dan dimsum ikan,” tambah Yanti.
Terakhir, ia menegaskan bahwa sertifikat ini menjadi bukti kepatuhan Polije terhadap regulasi industri. Hal tersebut menjamin produk sarden Polije aman untuk dikonsumsi masyarakat.
“Sertifikasi ini menunjukkan bahwa Polije sukses memenuhi kriteria keamanan pangan yang ketat,” pungkas Yanti.
Sementara itu, Direktur Polije, Saiful Anwar, S.TP., M.P., mengapresiasi pendampingan UPT selama proses audit. Prestasi ini memotivasi Polije untuk terus menstandarisasi seluruh unit produksi Tefa lainnya.
“Ini merupakan motivasi terbesar Polije untuk melahirkan produk Tefa dengan kualitas yang terstandar,” ujar Saiful.
Ia juga menargetkan akselerasi izin edar lanjutan dalam waktu dekat. Fokus utama Polije saat ini adalah merampungkan dokumen SKP dan PMR untuk melengkapi legalitas produk.
“Ke depannya, kami segera melakukan akselerasi izin edar produk unggulan seperti SKP dan PMR,” jelas Saiful.
Selain itu, Saiful yakin sertifikat SNI akan mempermudah akses pemasaran produk ke jaringan ritel. Ia pun berterima kasih atas kelancaran proses administrasi hingga penyerahan sertifikat.
“Terima kasih kepada UPT atas pendampingan pendaftaran SNI Tefa Canning yang berjalan sangat baik,” tutur Saiful.