Kampus yang jadi rumah
bagi flora & fauna.
Bagaimana Politeknik Negeri Jember menjaga ruang terbuka hijau, hutan pembelajaran, dan kekayaan genetik hayati di 38,76 hektare lahannya — sebagai kontribusi nyata pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 2030.
Melengkapi laporan Energi & Konsumsi Bertanggung Jawab, laporan ini membaca Polije lewat Tema Keanekaragaman Hayati — bagaimana kampus seluas 38,76 hektare di Kecamatan Sumbersari, Jember ini menyisihkan ruang untuk hutan pembelajaran, kebun inovasi, arboretum, dan peternakan edukasi. Data diambil dari evidence resmi kuesioner UI GreenMetric kategori Setting & Infrastructure periode 2025–2026, mencakup rasio ruang terbuka, tutupan vegetasi, hingga konservasi sumber daya genetik tumbuhan dan hewan — seluruhnya menjadi bukti kontribusi Polije terhadap SDGs 2030, khususnya kehidupan di darat dan aksi iklim.
Ruang terbuka & tutupan vegetasi
Dari 387.633 m² luas kampus, sebagian besar sengaja dibiarkan hijau — menjadi ruang belajar sekaligus habitat.
Peta ruang terbuka: 322.022 m² dari 387.633 m²
Citra udara memetakan seluruh area hijau kampus — mulai lapangan terbuka, kebun praktik, hingga taman gedung — sebagai satu kesatuan ruang terbuka yang menopang iklim mikro, resapan air, dan ruang belajar luar kelas.
Dua indikator tutupan vegetasi kampus
*Ketiga indikator dihitung terhadap total luas kampus 387.633 m² dan dapat saling tumpang-tindih secara spasial (mis. hutan pembelajaran juga tergolong vegetasi tertanam).
Hutan pembelajaran seluas 164.831 m²
Vegetasi hutan yang digunakan untuk riset, pengajaran, dan pengabdian masyarakat mencakup 43,16% dari total luas kampus. Area ini menaungi kebun inovasi TeFa, perkebunan sawit, hutan praktik, dan padang rumput praktik — menopang pembelajaran agroteknologi sekaligus menjaga kualitas lingkungan dan menurunkan suhu mikro kampus.
222.802 m² vegetasi tertanam, tersebar di 49 titik
Taman gedung, area parkir berpohon, kebun praktik, hingga Arboretum Polije — tercatat di 49 titik vegetasi tertanam yang mengelilingi hampir seluruh gedung kampus, dari Gedung Direktorat hingga laboratorium bioscience, menjadikan kampus asri sekaligus laboratorium hidup keanekaragaman hayati.
Zona fungsional & konservasi genetik
Di balik ruang hijau, ada kebun, kandang, dan laboratorium hidup yang menjaga sumber daya genetik tumbuhan dan hewan untuk pangan dan pertanian.
Enam zona fungsional ruang terbuka (Tabel 1.8.1)
Setiap zona aktif digunakan untuk praktik dan riset selama 64 jam per minggu.
Kebun Inovasi: laboratorium hidup bagi mahasiswa
Kebun Inovasi dan Smart Greenhouse menjadi pusat budi daya sekaligus konservasi tanaman hortikultura — sayuran, herba, buah, dan tanaman hias — yang dipelajari langsung oleh mahasiswa program studi pertanian dan agribisnis.
Setiap plot, tertandai dan terdokumentasi
Setiap zona praktik dan konservasi dilengkapi papan informasi dan dokumentasi lapangan bertitik koordinat — mendukung sistem pemantauan yang transparan sekaligus menjadi media edukasi bagi pengunjung kampus.
Tiga jalur konservasi sumber daya genetik
Polije mengamankan sumber daya genetik tumbuhan dan hewan melalui fasilitas konservasi jangka menengah–panjang.
Genetik Tumbuhan
Genetik Hewan
Konservasi Hayati
Kebun praktik yang menjaga plasma nutfah
Kebun percobaan menanam melon, tembakau, cabai, jeruk, nanas, jagung, hingga kopi — masing-masing menjadi materi pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) yang sekaligus menjaga keragaman genetik tanaman pangan dan hortikultura bernilai ekonomi.
Dari tebu hingga sawit: kebun sebagai kelas terbuka
Lahan praktik seperti kebun tebu ini menjadi kelas terbuka bagi mahasiswa Budidaya Tanaman Perkebunan, dengan papan informasi yang mendokumentasikan mata kuliah, tahun tanam, dan program studi pengampu — menjaga keterlacakan setiap zona konservasi tanaman.
Cuplikan inventarisasi flora di area konservasi
| Lokasi | Nama umum | Nama ilmiah | Jumlah |
|---|---|---|---|
| Nutrition Care Center | Mangga | Mangifera indica | 7 |
| Nutrition Care Center | Pucuk Merah | Syzygium myrtifolium | 11 |
| Nutrition Care Center | Pandan Bali | Pandanus baptistii | 6 |
| Depan Masjid | Kurma | Phoenix dactylifera | 8 |
| Depan Masjid | Palem Raja | Roystonea regia | 7 |
| Belakang Masjid | Sawit | Elaeis guineensis | 33 |
| Belakang Masjid | Mahoni | Swietenia mahagoni | 14 |
| Belakang Masjid | Glodokan Tiang | Polyalthia longifolia | 15 |
| Hospitality Laboratory | Mangga | Mangifera indica | 8 |
| Hospitality Laboratory | Ketapang Kencana | Terminalia mantaly | 3 |
*Sampel dari 4 lokasi; inventarisasi lengkap mencakup puluhan spesies di seluruh 46 zona konservasi kampus.
Peta Konservasi Keanekaragaman Hayati Polije
46 titik konservasi terpetakan — dari Nutrition Care Center, arboretum, kebun praktik, hingga lahan budidaya — menunjukkan sebaran ruang terbuka hijau, taman lanskap, arboretum, dan area kultivasi di seluruh penjuru kampus.
Habitat penyerbuk
Taman berbunga menopang kupu-kupu, lebah, dan serangga penyerbuk lain di tengah kampus.
Arboretum Polije
Koleksi pohon asli & introduksi sebagai laboratorium hidup pendidikan dan riset.
Inventarisasi rutin
Pendataan berkala spesies tumbuhan — nama, jumlah, dan lokasi — untuk perencanaan konservasi.
Satu kampus hijau, kontribusi ke 15 dari 17 SDGs 2030
Program ruang terbuka, vegetasi, dan konservasi genetik Polije mendukung SDG 2, 4, 13, dan 15 secara langsung (bingkai emas), serta turut berkontribusi pada SDG 1, 3, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, dan 17.