Laporan Keanekaragaman Hayati — Politeknik Negeri Jember
POLITEKNIK NEGERI JEMBER — LAPORAN KEBERLANJUTAN
UI GREENMETRIC · SETTING & INFRASTRUCTURE · 2025–2026

Kampus yang jadi rumah
bagi flora & fauna.

Bagaimana Politeknik Negeri Jember menjaga ruang terbuka hijau, hutan pembelajaran, dan kekayaan genetik hayati di 38,76 hektare lahannya — sebagai kontribusi nyata pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 2030.

Luas kampus 387.633 m²
Ruang terbuka 84,44%
46 zona konservasi terpetakan
84,44%
Ruang terbuka dari total luas kampus
322.022 m² dari 387.633 m² lahan kampus
Ringkasan

Melengkapi laporan Energi & Konsumsi Bertanggung Jawab, laporan ini membaca Polije lewat Tema Keanekaragaman Hayati — bagaimana kampus seluas 38,76 hektare di Kecamatan Sumbersari, Jember ini menyisihkan ruang untuk hutan pembelajaran, kebun inovasi, arboretum, dan peternakan edukasi. Data diambil dari evidence resmi kuesioner UI GreenMetric kategori Setting & Infrastructure periode 2025–2026, mencakup rasio ruang terbuka, tutupan vegetasi, hingga konservasi sumber daya genetik tumbuhan dan hewan — seluruhnya menjadi bukti kontribusi Polije terhadap SDGs 2030, khususnya kehidupan di darat dan aksi iklim.

TEMA 03 — BAGIAN 1

Ruang terbuka & tutupan vegetasi

Dari 387.633 m² luas kampus, sebagian besar sengaja dibiarkan hijau — menjadi ruang belajar sekaligus habitat.

38,76ha
Total luas kampus Polije (387.633 m²)
84,44%
Rasio ruang terbuka terhadap total luas kampus
43,16%
Luas vegetasi hutan untuk riset & pembelajaran
57,47%
Luas area vegetasi tertanam di seluruh kampus

Peta ruang terbuka: 322.022 m² dari 387.633 m²

Citra udara memetakan seluruh area hijau kampus — mulai lapangan terbuka, kebun praktik, hingga taman gedung — sebagai satu kesatuan ruang terbuka yang menopang iklim mikro, resapan air, dan ruang belajar luar kelas.

322.022 m²
total ruang terbuka
84,44%
dari total lahan kampus
Peta ruang terbuka Polije
Peta total ruang terbuka — citra satelit kampus Polije

Dua indikator tutupan vegetasi kampus

Sumber: Evidence UI GreenMetric SI.2 & SI.3 — Politeknik Negeri Jember, 2025
Ruang terbuka (SI.1)
84,44%
Vegetasi tertanam (SI.3)
57,47%
Vegetasi hutan (SI.2)
43,16%

*Ketiga indikator dihitung terhadap total luas kampus 387.633 m² dan dapat saling tumpang-tindih secara spasial (mis. hutan pembelajaran juga tergolong vegetasi tertanam).

Area hutan praktik Polije
Area hutan praktik — pembelajaran & riset lapangan

Hutan pembelajaran seluas 164.831 m²

Vegetasi hutan yang digunakan untuk riset, pengajaran, dan pengabdian masyarakat mencakup 43,16% dari total luas kampus. Area ini menaungi kebun inovasi TeFa, perkebunan sawit, hutan praktik, dan padang rumput praktik — menopang pembelajaran agroteknologi sekaligus menjaga kualitas lingkungan dan menurunkan suhu mikro kampus.

222.802 m² vegetasi tertanam, tersebar di 49 titik

Taman gedung, area parkir berpohon, kebun praktik, hingga Arboretum Polije — tercatat di 49 titik vegetasi tertanam yang mengelilingi hampir seluruh gedung kampus, dari Gedung Direktorat hingga laboratorium bioscience, menjadikan kampus asri sekaligus laboratorium hidup keanekaragaman hayati.

49
titik vegetasi tertanam
222.802 m²
total luas vegetasi
Area padang rumput praktik Polije
Padang rumput praktik — dipotret dari udara
TEMA 03 — BAGIAN 2

Zona fungsional & konservasi genetik

Di balik ruang hijau, ada kebun, kandang, dan laboratorium hidup yang menjaga sumber daya genetik tumbuhan dan hewan untuk pangan dan pertanian.

Enam zona fungsional ruang terbuka (Tabel 1.8.1)

Setiap zona aktif digunakan untuk praktik dan riset selama 64 jam per minggu.

335.690 m²
Lahan pertanian (Farming area)
64 jam/minggu
8.000 m²
Smart Greenhouse
64 jam/minggu
2.500 m²
Kebun Inovasi
64 jam/minggu
625 m²
Kandang ayam
64 jam/minggu
395 m²
Kandang sapi
64 jam/minggu
300 m²
Kandang kambing
64 jam/minggu
Kebun Inovasi dan Smart Greenhouse dari udara
Kebun Inovasi & Smart Greenhouse — dipotret dari udara

Kebun Inovasi: laboratorium hidup bagi mahasiswa

Kebun Inovasi dan Smart Greenhouse menjadi pusat budi daya sekaligus konservasi tanaman hortikultura — sayuran, herba, buah, dan tanaman hias — yang dipelajari langsung oleh mahasiswa program studi pertanian dan agribisnis.

Papan Teaching Factory Kebun Inovasi
Penanda lokasi Teaching Factory — Kebun Inovasi

Setiap plot, tertandai dan terdokumentasi

Setiap zona praktik dan konservasi dilengkapi papan informasi dan dokumentasi lapangan bertitik koordinat — mendukung sistem pemantauan yang transparan sekaligus menjadi media edukasi bagi pengunjung kampus.

Tiga jalur konservasi sumber daya genetik

Polije mengamankan sumber daya genetik tumbuhan dan hewan melalui fasilitas konservasi jangka menengah–panjang.

🌳

Genetik Tumbuhan

Vegetasi hutanHutan kampus — konservasi hayati, penyerap karbon, edukasi
Tanaman perkebunanSawit, kopi, kakao — riset & edukasi genetik perkebunan
Tanaman panganPadi, jagung — konservasi plasma nutfah pangan lokal
Tanaman hortikulturaSmart Greenhouse, Kebun Inovasi — sayur, herba, buah, hias
Tanaman pakan ternakArea koleksi hijauan pakan untuk riset peternakan
🐄

Genetik Hewan

Sapi perahDairy Cattle Teaching Farm — edukasi & produksi susu
Sapi potongBeef Cattle Teaching Farm — konservasi galur & praktik lapangan
KambingGoat Teaching Farm — konservasi galur kambing lokal
UnggasPoultry Teaching Farm — riset & edukasi genetik unggas
🦋

Konservasi Hayati

Ruang terbuka hijauHabitat burung, serangga, dan polinator
Taman lanskapMenjaga estetika & keanekaragaman hayati kampus
Taman penyerbukTaman berbunga bagi kupu-kupu, lebah & serangga baik
Arboretum kampusKonservasi spesies pohon asli & introduksi — lab hidup edukasi

Kebun praktik yang menjaga plasma nutfah

Kebun percobaan menanam melon, tembakau, cabai, jeruk, nanas, jagung, hingga kopi — masing-masing menjadi materi pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) yang sekaligus menjaga keragaman genetik tanaman pangan dan hortikultura bernilai ekonomi.

Lahan praktik agribisnis hortikultura
Lahan praktik agribisnis hortikultura — Project Based Learning
Lahan praktik budidaya tebu
Lahan praktik budidaya tebu — Program Studi Budidaya Tanaman Perkebunan

Dari tebu hingga sawit: kebun sebagai kelas terbuka

Lahan praktik seperti kebun tebu ini menjadi kelas terbuka bagi mahasiswa Budidaya Tanaman Perkebunan, dengan papan informasi yang mendokumentasikan mata kuliah, tahun tanam, dan program studi pengampu — menjaga keterlacakan setiap zona konservasi tanaman.

Cuplikan inventarisasi flora di area konservasi

Sumber: Evidence UI GreenMetric SI.8 — inventarisasi tumbuhan per lokasi, Politeknik Negeri Jember, 2025
LokasiNama umumNama ilmiahJumlah
Nutrition Care CenterManggaMangifera indica7
Nutrition Care CenterPucuk MerahSyzygium myrtifolium11
Nutrition Care CenterPandan BaliPandanus baptistii6
Depan MasjidKurmaPhoenix dactylifera8
Depan MasjidPalem RajaRoystonea regia7
Belakang MasjidSawitElaeis guineensis33
Belakang MasjidMahoniSwietenia mahagoni14
Belakang MasjidGlodokan TiangPolyalthia longifolia15
Hospitality LaboratoryManggaMangifera indica8
Hospitality LaboratoryKetapang KencanaTerminalia mantaly3

*Sampel dari 4 lokasi; inventarisasi lengkap mencakup puluhan spesies di seluruh 46 zona konservasi kampus.

Peta Utama

Peta Konservasi Keanekaragaman Hayati Polije

46 titik konservasi terpetakan — dari Nutrition Care Center, arboretum, kebun praktik, hingga lahan budidaya — menunjukkan sebaran ruang terbuka hijau, taman lanskap, arboretum, dan area kultivasi di seluruh penjuru kampus.

46
titik konservasi
Peta Konservasi Keanekaragaman Hayati Politeknik Negeri Jember
🌼

Habitat penyerbuk

Taman berbunga menopang kupu-kupu, lebah, dan serangga penyerbuk lain di tengah kampus.

🌲

Arboretum Polije

Koleksi pohon asli & introduksi sebagai laboratorium hidup pendidikan dan riset.

📋

Inventarisasi rutin

Pendataan berkala spesies tumbuhan — nama, jumlah, dan lokasi — untuk perencanaan konservasi.

Kontribusi Keberlanjutan

Satu kampus hijau, kontribusi ke 15 dari 17 SDGs 2030

Program ruang terbuka, vegetasi, dan konservasi genetik Polije mendukung SDG 2, 4, 13, dan 15 secara langsung (bingkai emas), serta turut berkontribusi pada SDG 1, 3, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, dan 17.

1
Tanpa Kemiskinan
2
Tanpa Kelaparan
3
Hidup Sehat
4
Pendidikan Berkualitas
5
Kesetaraan Gender
6
Air Bersih
7
Energi Bersih
8
Pekerjaan Layak
9
Inovasi & Infrastruktur
10
Mengurangi Kesenjangan
11
Kota Berkelanjutan
12
Konsumsi Bertanggung Jawab
13
Aksi Iklim
15
Ekosistem Darat
17
Kemitraan
Bingkai emas = fokus utama Tema Keanekaragaman Hayati
Laporan disusun dari Evidence UI GreenMetric Questionnaire — Setting and Infrastructure (SI), Politeknik Negeri Jember, periode data 2025–2026.
polije.ac.id