
Tim dosen Politeknik Negeri Jember (Polije) berhasil memberdayakan UMKM Bahari Samudra, tambak udang vaname di Purwoharjo, Jawa Tengah, melalui transformasi digital yang memutus ketergantungan pada tengkulak. Program pengabdian masyarakat selama enam bulan ini memungkinkan tambak udang vaname tersebut menjangkau pasar bisnis secara langsung.
Iqbal, pemilik UMKM Bahari Samudra, mengakui transformasi besar yang dialaminya.
“Dulu, setiap panen kami hanya bisa pasrah dengan harga yang diberikan pengepul. Mau untung atau rugi, ya diterima saja,” ungkap Iqbal, menggambarkan kondisi sebelum intervensi tim Polije.
Tim yang dipimpin Wahyu Kurnia Dewanto, S.Kom, M.T., mengambil pendekatan strategis dengan membangun website profesional sebagai etalase B2B. Situs web ini menampilkan profil tambak, standar operasional budidaya, galeri produk, serta informasi detail mengenai ukuran dan sistem pemesanan partai besar.
Mochammad Rifki Ulil Albaab, S.T., M.Tr.T., anggota tim pengabdian, menegaskan pentingnya digitalisasi sektor hulu.
“Kami ingin menunjukkan bahwa digitalisasi bukan hanya untuk produk jadi, tapi juga sangat relevan untuk sektor hulu seperti agribisnis. Dengan memotong mata rantai yang tidak efisien, petambak bisa menjadi lebih berdaulat dan sejahtera,” ujarnya.
Implementasi digital marketing mencakup pelatihan penggunaan Google My Business dan media sosial untuk menjangkau calon pembeli potensial seperti restoran, hotel, katering, dan eksportir. Strategi ini terbukti efektif dengan mulai diterimanya permintaan langsung dari pengusaha kuliner di kota-kota besar.
Program yang berlangsung dari Juli hingga Desember 2025 ini berhasil meningkatkan posisi tawar Iqbal dalam negosiasi harga, yang berdampak signifikan pada peningkatan pendapatan bersih tambak udang vaname miliknya.