SATGAS PPKPT POLIJE GANDENG SUAR INDONESIA, DORONG LINGKUNGAN AMAN DARI KEKERASAN DI JEMBER

Kasus kekerasan, terutama Kekerasan Berbasis Online (KBO), terus menjadi perhatian serius di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Jember. Menyikapi hal ini, Politeknik Negeri Jember (Polije) melalui Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) menjalin kerja sama strategis dengan SuaR Indonesia, sebuah lembaga nirlaba yang fokus pada isu-isu sosial, perlindungan perempuan dan anak, serta penguatan komunitas rentan.

Kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat edukasi dan riset terkait klasifikasi kekerasan, serta meningkatkan pemahaman sivitas akademika tentang pentingnya kesehatan reproduksi dan pencegahan kekerasan di lingkungan kampus.

“Kolaborasi Satgas PPKPT Polije dengan SuaR Indonesia akan membantu Satgas, khususnya dalam memberikan edukasi kepada sivitas akademika terkait urgensi nilai-nilai yang harus dijaga untuk membangun kampus yang aman dan nyaman dari kekerasan,” ungkap Rizki Amalia Nurfitriani, S.Pt., M.Si., salah satu tim Satgas PPKPT Polije.

Lebih lanjut, Rizki menambahkan bahwa kolaborasi ini juga akan membuka akses Polije terhadap hasil-hasil riset dari SuaR Indonesia, yang selama ini menjadi rujukan dalam penanganan kekerasan dan perumusan kebijakan berbasis data di berbagai institusi.

“SuaR Indonesia dapat menjadi referensi penting bagi Satgas dalam penanganan kekerasan berbasis bukti. Ini penting agar intervensi yang dilakukan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar menyentuh akar permasalahan,” tegasnya.

Direktur SuaR Indonesia, dalam kesempatan terpisah, menyambut baik kemitraan ini. Menurutnya, sinergi dengan lembaga pendidikan tinggi seperti Polije menjadi langkah konkret dalam memperluas dampak perubahan sosial, khususnya dalam mendorong lingkungan belajar yang bebas dari kekerasan.

Kolaborasi antara Polije dan SuaR Indonesia meliputi berbagai bentuk kegiatan seperti seminar, pelatihan, pembuatan modul edukasi, hingga penelitian kolaboratif. Semua kegiatan dirancang berbasis hasil riset lapangan dan merespons isu-isu aktual yang berkembang di masyarakat.

Kerja sama ini juga sejalan dengan upaya nasional dalam mewujudkan kampus merdeka yang inklusif dan aman bagi seluruh warga kampus, sebagaimana diamanatkan dalam Permendikbudristek Nomor 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Perguruan Tinggi.

Dengan langkah ini, Polije menegaskan komitmennya tidak hanya sebagai institusi pendidikan vokasi unggulan, tetapi juga sebagai pelopor kampus aman dan bebas dari kekerasan di wilayah Tapal Kuda, Jawa Timur. (hnf)