
Prof. Dr. Ir. Budi Hariono, M.Si., Guru Besar pertama dari Jurusan Teknologi Pertanian Politeknik Negeri Jember (Polije), menegaskan komitmennya untuk memberikan kontribusi nyata bagi institusi melalui penguatan riset, pengajaran, dan pengabdian kepada masyarakat.
Kontribusi ini sejalan dengan visi Polije untuk menjadi politeknik unggul di bidang agrotechnotropika pada tahun 2035.
Sebagai Guru Besar kepakaran Teknik Rekayasa Pangan, Prof. Budi Hariono menyampaikan Orasi Ilmiah yang menyoroti inovasi teknologi tinggi di sektor pertanian.
Judul Orasi Ilmiah yang disampaikan dalam Sidang Senat Terbuka tersebut Adalah “Perlakuan Pendahuluan metode medan pulsa listrik tegangan tinggi (HPEF) untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas ekstraksi minyak atsiri bunga mawar”
Riset ini menunjukkan bagaimana teknologi mutakhir seperti HPEF (High Voltage Pulsed Electric Field) dapat diterapkan untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas produk pangan, mencerminkan fokus Polije pada pendidikan vokasi terapan.
Prof. Budi Hariono menyatakan bahwa pencapaiannya diharapkan dapat menginspirasi dosen-dosen lain di Jurusan Teknologi Pertanian untuk mengikuti jejaknya meraih jabatan guru besar, sekaligus memperkuat pengembangan riset di bidang rekayasa pangan.
“Pesannya, para dosen diminta terus berkarya sesuai bidang keilmuan dan pengabdiannya agar proses menuju guru besar berjalan lancar,” ujar Prof. Budi Hariono.
Ia menekankan bahwa konsistensi dalam Tridharma Perguruan Tinggi adalah kunci untuk mencapai jabatan akademik tertinggi. Prof. Budi Hariono siap memimpin inovasi dan memperkuat pengembangan riset terapan di jurusan Teknologi Pertanian Polije, menjadikan Polije sebagai rujukan inovasi agrotechnotropika di Indonesia.