PRODI BAHASA INGGRIS POLIJE GELAR ECHOES FEST VOLUME 1, ANGKAT BAHASA SEBAGAI JEMBATAN EKSPRESI SENI

Program Studi (Prodi) Bahasa Inggris Jurusan Bahasa, Komunikasi, dan Pariwisata (BKP) Politeknik Negeri Jember (Polije) sukses menggelar sebuah talkshow inspiratif bertajuk Echoes Fest: Hidden Beauty of Expression pada Kamis (8/5). Bertempat di Aula Soetrisno Widjaja, kegiatan ini menjadi salah satu bentuk implementasi dari Proyek Based Learning (PBL) yang digagas untuk mahasiswa semester empat Program Studi Bahasa Inggris.

Dengan mengusung tema “Bahasa Sebagai Jembatan Keindahan Tersembunyi dalam Ekspresi Seni,” acara ini tidak hanya menjadi ruang diskusi akademik, tetapi juga sebagai ajang pengembangan kreativitas mahasiswa dalam menyampaikan gagasan melalui bahasa dan seni. Echoes Fest Volume 1 menjadi tonggak awal dari rangkaian kegiatan tahunan yang rencananya akan terus dikembangkan dengan format yang lebih variatif, seperti pameran karya, storytelling competition, hingga proyek-proyek kolaboratif bersama mitra eksternal.

Natasya Riftania Andhi Bramesta, salah satu mahasiswa yang berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini, menilai bahwa penerapan PBL sangat relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

“PBL ini sangat bermanfaat karena mendorong kami untuk keluar dari zona nyaman dan berkomunikasi langsung dengan pihak eksternal. Ini benar-benar mengasah kemampuan praktis kami, dan sesuai dengan tujuan kampus vokasi untuk mencetak lulusan yang siap kerja. Harapannya, kegiatan seperti ini bisa terus berlangsung dan berkembang tiap tahunnya,” ungkap Natasya.

Echoes Fest juga dirancang sebagai media untuk memperkuat jejaring mahasiswa dengan mitra luar kampus, salah satunya melalui kerja sama dengan Yayasan Sudut Kalisat. Dalam kolaborasi ini, mahasiswa terlibat langsung dalam pembuatan subtitle video milik yayasan sebagai bagian dari proyek individu maupun kelompok.

Gullit Tornado Taufan, S.Pd., M.Pd., dosen pengampu PBL, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan hasil integrasi tiga mata kuliah utama: Public Relations, Media Development, dan Content Creation.

“Talkshow ini hanyalah salah satu elemen dari keseluruhan proyek PBL. Kami juga menyelenggarakan kompetisi storytelling, serta proyek-proyek lain yang lebih teknis seperti produksi konten video dan pembuatan media informasi untuk mitra. Tujuan utamanya adalah memberi pengalaman nyata kepada mahasiswa dalam mengelola proyek serta memahami pentingnya kolaborasi dan kreativitas,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa seluruh dosen dari tiga mata kuliah tersebut terlibat penuh dalam proses perencanaan hingga pelaksanaan, guna memastikan keberhasilan program dan kualitas pembelajaran.

“Keterlibatan dosen bukan hanya sebagai fasilitator, tetapi juga mentor yang terus mendampingi mahasiswa dalam setiap tahapan proyek. Ini yang membuat PBL kami sangat aplikatif dan bermakna,” tambah Gullit.

Dengan semangat kolaboratif dan inovatif yang dibawa oleh Echoes Fest, Prodi BKP Polije berharap kegiatan ini dapat menjadi contoh baik bagi program studi lain dalam menciptakan ruang belajar yang hidup, kontekstual, dan berkelanjutan. Ke depannya, Echoes Fest tidak hanya menjadi ajang internal kampus, tetapi juga wadah yang membuka pintu bagi kolaborasi lintas institusi dan komunitas. (hnf)