
Politeknik Negeri Jember (Polije) resmi memasuki babak final Agriculture Innovation Technology Competition (AIteC7) 2025 yang digelar pada 28–30 September 2025. Puluhan tim mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi beradu gagasan inovatif untuk menghadirkan solusi nyata di bidang pertanian.
Direktur Politeknik Negeri Jember, Saiful Anwar, S.TP., M.P., menyampaikan apresiasinya atas antusiasme peserta sejak awal penyelenggaraan.
“Babak final ini menjadi puncak dari rangkaian panjang AIteC7. Kami melihat semangat luar biasa dari mahasiswa dalam melahirkan karya yang memadukan teknologi dan kearifan lokal. Inilah bukti nyata bahwa generasi muda mampu menjadi motor penggerak ketahanan pangan Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan, Wahyu Kurnia Dewanto, S.Kom., M.T., menekankan pentingnya keberlanjutan inovasi setelah kompetisi berakhir.
“Kami berharap ide-ide yang lahir di babak final tidak berhenti sebagai karya lomba, tetapi terus dikembangkan hingga memberi manfaat nyata bagi masyarakat. AIteC7 adalah awal dari perjalanan panjang mahasiswa untuk berkarya di dunia pertanian,” jelasnya.
Dalam babak final ini, peserta bersaing dalam dua kategori utama, yakni Inovasi Teknologi Bidang Pertanian dan Kontes Vokasi Bidang Pertanian, dengan subtema yang mencakup mekanisasi, produk pangan lokal, agribisnis, hingga peternakan.
Para pemenang akan memperoleh penghargaan berupa dana pembinaan dan kesempatan untuk mengembangkan inovasi bersama mitra strategis Polije. Ajang ini diharapkan mampu mencetak generasi muda kreatif yang berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional menuju Visi Indonesia Emas 2045.