Politeknik Negeri Bali Belajar Tata Kelola Bisnis BLU ke Polije

Politeknik Negeri Bali Belajar Tata Kelola Bisnis BLU ke Polije

Politeknik Negeri Jember (Polije) menyambut kunjungan studi banding dari Politeknik Negeri Bali (PNB), Kamis (5/3). Pertemuan di Kantor UPA Pengembangan Pertanian Terpadu ini membahas penguatan tata kelola Badan Layanan Umum (BLU) serta pengembangan unit bisnis kampus.

Kolaborasi Strategis Antar-Politeknik

Ketua Unit Layanan Bisnis BLU PNB, Dr. I Made Rajendra, menjelaskan bahwa pihaknya ingin mempelajari praktik baik (best practices) pengelolaan bisnis di Polije. Saat ini, PNB baru saja mengantongi SK Bisnis dan tengah merancang pembentukan Teaching Factory (Tefa).

“Kami bermaksud melaksanakan kunjungan dan diskusi ke Politeknik Negeri Jember terkait praktik baik dalam pengelolaan layanan bisnis BLU,” ujar Dr. I Made Rajendra, Kamis (5/3).

Rajendra mengakui bahwa PNB masih berada pada tahap awal pengembangan Tefa sehingga memerlukan masukan strategi pemasaran. Oleh karena itu, pihak PNB menggali informasi mendalam agar arah pembentukan unit bisnis tersebut tepat sasaran.

“Politeknik Negeri Bali baru mendapatkan SK untuk Bisnis. Kami mendapat arahan untuk belajar ke tiga tempat, salah satunya di Polije,” tambahnya mengenai alasan pemilihan rujukan studi.

Inovasi Laboratorium Menuju Unit Bisnis

Menanggapi hal tersebut, perwakilan Polije Agung Wahyono memaparkan bahwa Tefa di Polije biasanya berawal dari aktivitas laboratorium. Pengembangan produk inovatif ini merupakan bagian dari upaya Politeknik Negeri Jember perkuat pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan industri.

“Terbentuknya Tefa berasal dari laboratorium, lalu menghasilkan produk yang dikenal lingkungan,” terang Agung Wahyono terkait sejarah unit bisnis Polije.

Agung juga memperkenalkan beberapa unit Tefa Jasa sukses seperti JTINova, Tax Center, hingga Nutrition Care Center. Model pengelolaan jasa konsultasi ini menjadi referensi yang sangat mungkin Politeknik Negeri Bali adopsi dalam waktu dekat guna memperkuat kemandirian finansial kampus.

“Saat umpan baliknya baik dan permintaan banyak, maka kami membentuk Tefa,” tegas Agung menekankan pentingnya respons pasar.

Penguatan Pendidikan Vokasi Berbasis Industri

Selanjutnya, kedua institusi sepakat mempererat sinergi dalam memajukan pendidikan vokasi berbasis industri. Kerja sama ini bertujuan agar politeknik mampu menghasilkan pendapatan mandiri sekaligus mempertajam kompetensi mahasiswa secara nyata.

Kunjungan ini menjadi langkah taktis bagi PNB dalam menyusun peta jalan bisnis BLU yang lebih matang. Polije menyatakan komitmennya untuk terus berbagi pengalaman dalam mengelola aset kampus menjadi unit bisnis yang kompetitif serta inovatif.