
Setelah sukses melaksanakan program “Institutionalization of Waste Facility Training” seperti yang telah dilaporkan sebelumnya, Politeknik Negeri Jember (Polije) mengambil langkah lanjutan dengan memperkuat sistem pengelolaan sampah terintegrasi sebagai bagian dari komitmennya untuk menjadi kampus hijau.
Inisiatif tindak lanjut ini berfokus pada tiga aspek utama: perumusan visi dan misi pengelolaan sampah berkelanjutan, pembentukan struktur organisasi pengelolaan sampah terintegrasi secara formal, serta penyusunan pedoman pengelolaan sampah yang komprehensif.
Dalam rapat koordinasi yang berlangsung di Ruang Sidang 2, Doni selaku Kepala Subbagian Umum Polije memaparkan alur operasional sistem pengelolaan sampah di kampus. Ia menjelaskan keterhubungan antar unit, mulai dari titik-titik penghasil sampah di area akademik dan asrama, hingga ke pusat pemrosesan akhir. Proses ini menekankan pemilahan sampah sejak dari sumbernya, daur ulang, serta penerapan prinsip ekonomi sirkular yang sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG’s) poin ke-12.
Perwakilan dari Waste4Change, mitra pengelolaan sampah Polije, turut memaparkan visi dan misi jangka panjang pengembangan pengelolaan sampah berkelanjutan.
“Tujuan kami adalah menanamkan budaya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab, tidak hanya lewat penyediaan infrastruktur, tetapi juga melalui edukasi berkelanjutan dan keterlibatan komunitas,” ujarnya.
Salah satu masukan utama dari Waste4Change adalah rekomendasi pembentukan Duta Kampus Hijau di Polije. Para duta ini akan berperan sebagai edukator sebaya dan teladan dalam meningkatkan literasi pengelolaan sampah di kalangan mahasiswa dan staf, demi memastikan keberhasilan sistem terintegrasi.
Struktur Organisasi Pengelolaan Sampah Terintegrasi yang baru dibentuk memuat peran dan tanggung jawab dari tingkat manajemen kampus hingga ke unit-unit mahasiswa. Struktur ini mencakup tim pemantauan dan evaluasi, unit pelaksana teknis, serta penghubung komunikasi untuk menjamin transparansi dan akuntabilitas.
Selain itu, Polije tengah menyusun Dokumen Pedoman Pengelolaan Sampah resmi yang akan menjadi acuan dalam operasional harian, pelatihan, serta integrasi ke dalam pembelajaran akademik. Dokumen ini akan memuat prosedur pemilahan, penanganan, pengangkutan, dan pengomposan sampah.
Sebagai bagian dari peta jalan pengembangan kapasitas jangka panjang, Polije telah mengumumkan pelaksanaan Capacity Building Fase 2 yang dijadwalkan pada Juni 2025. Sesi ini akan difokuskan pada aspek teknis pengolahan sampah, seperti pengomposan, teknologi pengolahan sampah menjadi energi, serta metode daur ulang yang dapat diterapkan secara skala di lingkungan perguruan tinggi.
Melalui berbagai upaya strategis ini, Polije menempatkan dirinya tidak hanya sebagai kampus hijau, tetapi juga sebagai pusat unggulan dalam praktik pembangunan berkelanjutan di pendidikan vokasi Indonesia. (hnf)