Polije Terapkan Teknologi Surya Kendalikan Hama Wereng di Rambipuji

Polije Terapkan Teknologi Surya Kendalikan Hama Wereng di Rambipuji

Tim dosen dan mahasiswa Politeknik Negeri Jember (Polije) melaksanakan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan menghadirkan inovasi Solar Cell Automatic UV Trapping sebagai solusi ramah lingkungan untuk mengendalikan hama wereng pada tanaman padi di Desa Rambipuji, Kabupaten Jember.

Kegiatan yang dipimpin oleh Risse Entikaria Rachmanita, S.Pd., M.Si. ini melibatkan sejumlah dosen dan mahasiswa dari Program Studi Teknik Energi Terbarukan. Inovasi ini dinilai penting karena mayoritas petani Rambipuji masih bergantung pada pestisida kimia yang tidak ramah lingkungan.

“Petani sebenarnya memiliki potensi besar untuk memanfaatkan energi matahari. Melalui alat ini, kami ingin menunjukkan bahwa energi surya bisa dimanfaatkan bukan hanya untuk listrik rumah tangga, tetapi juga untuk meningkatkan produktivitas pertanian,” ujar Risse saat kegiatan.

Kepala Desa Rambipuji, Dwi Diyah Setyorini, S.I.Kom., menyambut baik langkah ini.

“Selama ini petani kami masih mengandalkan pestisida. Padahal, intensitas matahari di Rambipuji sangat tinggi dan bisa menjadi energi alternatif. Kehadiran Polije memberi kami wawasan baru untuk bertani lebih ramah lingkungan,” tuturnya.

Alat Solar Cell Automatic UV Trapping bekerja dengan lampu UV bertenaga surya yang menarik hama wereng untuk masuk ke perangkap. Teknologi ini membantu mengurangi serangan wereng batang cokelat yang kerap merusak tanaman padi. Selain itu, petani juga mendapat pelatihan pengoperasian dan perawatan alat agar dapat digunakan secara mandiri.

Menurut salah satu petani peserta, Slamet, teknologi ini sangat membantu.

“Biasanya kami semprot pestisida seminggu sekali. Sekarang ada alternatif lain yang lebih aman dan murah. Harapan kami hasil panen bisa lebih baik,” ungkapnya.

Dengan program ini, Polije tidak hanya memberikan solusi teknis, tetapi juga mendorong transfer ilmu pengetahuan ke masyarakat.

“Kami ingin Desa Rambipuji menjadi percontohan pertanian berbasis energi hijau. Harapannya, ini dapat mendukung ketahanan pangan sekaligus energi bersih sesuai target SDGs,” tambah Risse.