
Politeknik Negeri Jember (Polije) dan program Skills for Competitiveness (SS4C) melaksanakan rapat koordinasi strategis guna membahas perencanaan keuangan dan tata kelola Joint Activity Plan (JAP) 2026–2027. Pertemuan berfokus pada prinsip efisiensi, transparansi, dan penyelarasan sumber daya untuk mendukung implementasi TEFA dan PBL.
Dr. Yossi Wibisono, S.TP., MP. (Vice Director II Polije), menegaskan komitmen Polije untuk memastikan integritas keuangan program.
“Kami menekankan bahwa perencanaan keuangan harus didasarkan pada prinsip efisiensi, transparansi, dan kepatuhan terhadap regulasi keuangan nasional. Hal ini sangat esensial guna memastikan implementasi JAP didukung secara efektif dan akuntabel,” kata Dr. Yossi Wibisono.
Kiki Hendarin, Deputy Program Manager SS4C, mengakatan SS4C memberikan rekomendasi strategi penganggaran yang dirancang untuk memprioritaskan intervensi berdampak tinggi dan keberlanjutan finansial jangka panjang.
“Rekomendasi strategi penganggaran kami prioritaskan pada intervensi berdampak tinggi yang menjamin keberlanjutan finansial jangka panjang, sesuai dengan pengalaman internasional kami dalam mengelola program vokasi, terutama terkait TEFA dan PBL,” jelas Kiki Hendarin.
Diskusi keuangan menghasilkan kesepakatan awal yang akan diintegrasikan ke dalam dokumen JAP final.
“Kami merasa puas dengan kejelasan dan kemajuan yang dicapai dalam tahap perencanaan keuangan. Ini akan berkontribusi pada strategi implementasi yang lebih terkoordinasi, sekaligus memperkuat komitmen kami untuk menyelesaikan finalisasi JAP dalam beberapa bulan mendatang,” tutup Pimpinan Polije.