Polije Siap Perluas Program Tax Center, Jadi yang Pertama Terapkan Coretax di Jember

Politeknik Negeri Jember (Polije) melalui Jurusan Bisnis mengikuti kegiatan peninjauan, audiensi, dan evaluasi perkembangan Tax Center bersama Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) III Jawa Timur. Agenda yang berlangsung di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Jember ini menghadirkan lima Tax Center dari UIN KHAS Jember, Universitas Jember, ITS Mandala, Universitas Muhammadiyah Jember, serta Polije.

Dalam pertemuan tersebut, Kepala Kanwil DJP III Jawa Timur menegaskan bahwa program kerja Tax Center perlu diperluas. Jika sebelumnya fokus pada asistensi pelaporan SPT pribadi khususnya karyawan, kini Tax Center juga harus menyasar Wajib Pajak (WP) badan.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Polije menyatakan telah lebih dulu mempersiapkan diri. Bahkan, Tax Center Polije menjadi yang pertama di Kabupaten Jember yang melaksanakan pelatihan Coretax, aplikasi baru DJP untuk pelaporan SPT Tahunan yang akan diberlakukan pada 2026.

Ketua Jurusan Bisnis Polije, Dessy Putri Andini, S.E., M.M., menegaskan kesiapan pihaknya dalam mendukung perluasan peran Tax Center.

“Kami di Polije berkomitmen untuk terus adaptif terhadap kebijakan baru DJP. Pelatihan Coretax sudah kami lakukan lebih awal agar mahasiswa dan dosen pendamping siap mendampingi wajib pajak, baik pribadi maupun badan. Harapannya, Tax Center Polije dapat menjadi garda depan literasi dan layanan perpajakan di Jember,” ujarnya.

Sementara itu, dosen Program Studi (Prodi) Akuntansi Sektor Publik (AKP), Sugeng Hartanto, S.E., M.Akun., menilai bahwa perluasan sasaran ke Wajib Pajak badan adalah tantangan sekaligus peluang besar.

“Pendampingan kepada Wajib Pajak badan membutuhkan pemahaman teknis yang lebih dalam. Oleh karena itu, mahasiswa harus dibekali dengan kompetensi akuntansi dan perpajakan yang memadai. Ini menjadi kesempatan bagi Polije untuk melahirkan lulusan yang siap pakai di dunia kerja,” jelasnya.

Hal senada disampaikan Oryza Ardhiarisca, S.E., S.Si., M.ST., dosen Prodi Akuntansi Sektor Publik yang menekankan pentingnya penguasaan teknologi perpajakan terkini.

“Coretax merupakan sistem baru yang akan menjadi standar nasional. Dengan pengalaman awal yang sudah kami lakukan, kami yakin mahasiswa Polije bisa menjadi pionir dalam menguasai aplikasi ini sekaligus mendampingi masyarakat menghadapi transisi digital perpajakan,” paparnya.

Dengan langkah ini, Polije menegaskan perannya sebagai kampus vokasi yang tidak hanya fokus pada pendidikan, tetapi juga aktif mendukung program pemerintah melalui penguatan literasi pajak masyarakat.