POLIJE SIAP BUKA KAMPUS KE-7 DI PAPUA SELATAN, DUKUNG PERLUASAN AKSES PENDIDIKAN TINGGI VOKASI

Politeknik Negeri Jember (Polije) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas jangkauan pendidikan vokasi di Indonesia. Sebagai bentuk dukungan terhadap program prioritas Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdiktisaintek), Polije akan mendampingi pendirian kampus ke-7 di Provinsi Papua Selatan sebagai bagian dari Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU).

Langkah ini menegaskan peran strategis Polije sebagai institusi pendidikan tinggi yang aktif dalam pemerataan akses pendidikan tinggi hingga ke daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal). Pendirian kampus baru ini merupakan bagian dari visi besar Polije untuk menjangkau seluruh wilayah Indonesia, mulai dari barat hingga timur nusantara.

Direktur Polije, Saiful Anwar, S.TP., M.P., menyatakan bahwa pendirian kampus ke-7 di Papua Selatan menjadi tonggak penting dalam misi perluasan pendidikan tinggi vokasi yang inklusif dan berkelanjutan.

“Politeknik Negeri Jember dalam mengemban tugas Kemdiktisaintek terus berupaya memperluas akses pendidikan tinggi. Insyaallah tahun depan kampus ke-7 akan hadir di Merauke, Papua Selatan, demi mewujudkan pemerataan pendidikan dari Sabang sampai Merauke,” ungkapnya.

Dirinya menambahkan, sebelumnya Polije telah sukses membuka kampus ke-6 di Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur. Keberhasilan tersebut menjadi model yang akan diadaptasi dan dikembangkan lebih lanjut di Papua Selatan.

“Ini adalah bukti nyata bahwa pendidikan tinggi vokasi harus bisa menjangkau seluruh pelosok negeri. Dari Pulau Miangas di utara, sampai ke Merauke di timur, dan dari Jawa Timur sampai ke Sabu Raijua, pendidikan vokasi harus hadir di tengah masyarakat,” ujar Saiful Anwar.

PSDKU Polije dirancang untuk menjawab kebutuhan daerah akan tenaga terampil, dengan kurikulum berbasis industri dan pendekatan yang aplikatif. Keberadaan kampus-kampus PSDKU ini tidak hanya membuka akses pendidikan bagi masyarakat setempat, tetapi juga menciptakan peluang kerja, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, dan memperkuat ketahanan nasional melalui pembangunan sumber daya manusia.

Dengan semangat “Dari Polije untuk Indonesia”, ekspansi kampus hingga ke Papua Selatan menjadi bentuk kontribusi konkret dalam menjaga integrasi nasional melalui pendidikan.

“Ini semua demi Merah Putih, demi bangsa dan negara, demi Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkas Direktur Polije.

Upaya Polije ini sejalan dengan amanat pemerintah untuk memastikan pendidikan tinggi tidak hanya terpusat di kota-kota besar, tetapi juga menjangkau seluruh anak bangsa tanpa terkecuali. Dengan penguatan kapasitas institusi vokasi dan kemitraan dengan berbagai pihak di daerah, Polije terus bergerak maju menjadi pelopor pendidikan vokasi unggulan berbasis kebutuhan nyata masyarakat. (hnf)