
Program Studi (Prodi) Akuntansi Sektor Publik (AKP) Politeknik Negeri Jember (Polije) sukses menggelar Accounting Skill Competition (ASC) 5, sebuah ajang kompetisi akademik internal yang bertujuan untuk menyaring mahasiswa terbaik guna dipersiapkan menghadapi Olimpiade Akuntansi Vokasi (OAV) VIII 2025. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Terpadu Agribisnis pada tanggal 15-16 Februari 2025 dan diikuti oleh seluruh mahasiswa Prodi AKP.
ASC 5 merupakan bagian dari upaya Prodi Akuntansi Sektor Publik dalam melakukan regenerasi calon peserta kompetisi tingkat nasional, khususnya untuk ajang OAV VIII 2025 yang akan diselenggarakan di PKN STAN Jakarta. Seperti yang diketahui, OAV merupakan kompetisi bergengsi di bidang akuntansi vokasi yang mempertemukan perguruan tinggi vokasi terbaik di Indonesia untuk beradu kemampuan dalam berbagai aspek akuntansi sektor publik.
Sebagai ajang seleksi internal, ASC 5 terdiri dari empat cabang lomba, yaitu Cerdas Cermat Akuntansi, Dexagon War, Video Konten, Poster.
Melalui kompetisi ini, mahasiswa tidak hanya mengasah kemampuan akademik, tetapi juga kreativitas, kerja sama tim, dan keterampilan komunikasi yang menjadi aspek penting dalam dunia profesional akuntansi.
Koordinator Prodi Akuntansi Sektor Publik Polije, Arisona Ahmad, SE., M.S.A., Ak., menegaskan bahwa ASC 5 memiliki peran strategis dalam menghasilkan mahasiswa yang siap bersaing di tingkat nasional.
“Kegiatan ASC ini merupakan kompetisi akademis internal di Akuntansi Sektor Publik untuk menghasilkan calon-kandidat yang nantinya akan mewakili Polije di ajang Olimpiade Akuntansi Vokasi ke-8 yang insya Allah akan dilaksanakan di PKN STAN Jakarta. Harapannya, dari kegiatan ASC ini akan lahir bibit-bibit unggul yang siap bersaing di tingkat nasional. Proses regenerasi ini penting agar keberlanjutan prestasi tetap terjaga,” ujar Arisona Ahmad.
Lebih lanjut, beliau menambahkan bahwa mahasiswa yang terpilih melalui ASC 5 akan mendapatkan pembinaan lebih lanjut untuk meningkatkan kualitas mereka dalam menghadapi OAV VIII 2025.
“Kami ingin memastikan bahwa mahasiswa yang nantinya akan mewakili Polije benar-benar siap dalam segala aspek, baik dalam pemahaman materi akuntansi maupun dalam mental kompetitif. Oleh karena itu, setelah ASC 5 ini, mereka yang lolos akan mendapatkan pelatihan dan pembinaan khusus agar semakin matang saat bertanding di tingkat nasional,” tambahnya.
Selain sebagai ajang seleksi, ASC 5 juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi di era digital. Melalui cabang lomba seperti video konten dan poster, mahasiswa ditantang untuk memahami bagaimana akuntansi dapat dikemas dalam format yang lebih informatif, kreatif, dan mudah dipahami oleh masyarakat luas.
Hal ini sejalan dengan perkembangan industri akuntansi yang semakin terdigitalisasi dan membutuhkan tenaga profesional yang tidak hanya unggul dalam analisis keuangan, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi untuk menyampaikan informasi secara efektif.
Dengan suksesnya penyelenggaraan ASC 5, diharapkan mahasiswa Polije semakin siap dan percaya diri untuk menghadapi kompetisi tingkat nasional. Prodi AKP menargetkan agar Polije dapat kembali menorehkan prestasi gemilang di OAV VIII 2025 dan membuktikan kualitasnya sebagai salah satu institusi vokasi terbaik di Indonesia dalam bidang akuntansi sektor publik.
Ke depan, Polije akan terus mendukung pengembangan kompetensi akademik dan profesionalisme mahasiswa melalui berbagai program pembinaan, pelatihan, serta kompetisi internal dan eksternal.
“Kami optimis bahwa mahasiswa Polije mampu bersaing dan membawa pulang prestasi terbaik di OAV VIII 2025. Dengan semangat dan kerja keras, kami yakin bisa mengharumkan nama kampus di tingkat nasional,” tutup Arisona Ahmad.
Dengan komitmen kuat dari pihak kampus serta semangat kompetitif dari mahasiswa, Polije siap untuk terus mencetak lulusan yang kompeten, inovatif, dan siap menghadapi tantangan di dunia akuntansi sektor publik.