POLIJE RESMIKAN GEDUNG PENDIDIKAN TERPADU AGRIBISNIS UNTUK TINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN

Politeknik Negeri Jember (Polije) menggelar acara peresmian Gedung Pendidikan Terpadu Agribisnis. Gedung dengan pembiayaan melalui Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) 2024 ini diresmikan secara langsung oleh Direktur Polije, Saiful Anwar, S.TP., M.P., pada Kamis (27/02). Acara ini dihadiri oleh berbagai pejabat dari lingkungan Polije, perwakilan kementerian terkait, serta mitra pembangunan yang turut serta dalam proses penyelesaian proyek ini.

Dalam sambutannya, Direktur Polije menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa serta apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam perencanaan, pembangunan, dan penyelesaian gedung ini. Beliau mengungkapkan bahwa proyek ini tidaklah mudah, menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga proses tender. Namun, berkat kerja sama yang baik serta soliditas tim, pembangunan gedung ini dapat diselesaikan dengan baik dan tepat waktu.

“Kami menghadapi berbagai kendala dalam proses pembangunan ini, namun berkat kerja keras dan sinergi seluruh tim, akhirnya gedung ini bisa terwujud sesuai rencana,” ujarnya.

Gedung Pendidikan Terpadu Agribisnis ini didesain untuk mendukung kegiatan akademik di Polije, khususnya dalam bidang agribisnis. Fasilitas yang tersedia di dalamnya mencakup ruang kuliah, laboratorium, serta sarana pendukung pembelajaran lainnya yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan bagi mahasiswa.

“Gedung ini sudah kita gunakan sejak awal Semester Genap 2025 ini, dan memberikan manfaat bagi mahasiswa untuk menjalankan proses pembelajaran baik secara teori maupun praktikum,” lanjut Direktur Polije.

Dalam pidatonya, Direktur Polije juga menekankan pentingnya pemeliharaan gedung agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang.

“Gedung ini bukan hanya simbol kemajuan Polije, tetapi juga tanggung jawab kita semua untuk menjaga dan memanfaatkannya secara maksimal demi keberlangsungan pendidikan yang lebih baik,” tegasnya.

Acara peresmian ini berlangsung dengan suasana yang penuh hikmat dan kebersamaan. Selain dilakukan secara formal, kegiatan ini juga disesuaikan dengan prinsip efisiensi anggaran serta mengedepankan kearifan lokal.

“Salah satu tradisi yang selalu kita pertahankan adalah syukuran dengan tumpengan sebagai bentuk rasa syukur atas selesainya proyek pembangunan ini. Tradisi ini mencerminkan budaya gotong royong dan kebersamaan yang menjadi ciri khas warga Polije,” pungkasnya. (hnf)