
Kiprah Politeknik Negeri Jember (Polije) dalam mencetak generasi unggul semakin nyata melalui penyelenggaraan Polije PSDKU 5 Championship 2025, turnamen sepak bola pelajar yang berlangsung di Stadion Ketonggo, Kabupaten Ngawi, pada 10–12 Oktober 2025.
Ajang ini diselenggarakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Polije PSDKU Ngawi bersama Kementerian Perhubungan sebagai bentuk komitmen perguruan tinggi vokasi dalam membina karakter generasi muda.
Turnamen diikuti 13 tim dari SMA, SMK, dan MA sederajat se-Kabupaten Ngawi, yang berjuang memperebutkan gelar juara dalam atmosfir kompetitif namun sarat sportivitas. Kejuaraan ini mendapat respons luar biasa dari pelajar dan masyarakat, membuktikan bahwa sepak bola tetap menjadi ruang aktualisasi positif bagi kaum muda.
Ketua Panitia, Mukhlis Althaf Fauzian Siswanto, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi langkah nyata Polije PSDKU Kampus 5 Ngawi dalam memperkuat peran pendidikan vokasi di tengah masyarakat.
“Melalui turnamen ini, kami ingin memberi ruang bagi pelajar untuk menunjukkan bakat sekaligus membangun kedekatan antara dunia pendidikan vokasi dan masyarakat,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Auleria Dwi Anggita Putri dari Divisi Pelaksana, yang menilai antusiasme peserta menjadi bukti bahwa olahraga mampu menjadi wahana pembentukan karakter.
“Kami berharap ajang ini tidak sekadar pertandingan, tetapi momentum menumbuhkan sportivitas, kerja sama tim, serta rasa bangga terhadap daerah,” katanya.
Wakil Bupati Ngawi sekaligus CEO Persinga Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko, hadir menutup kejuaraan dan memberikan apresiasi atas inisiatif Polije.
“Polije memberi contoh bahwa pendidikan dan olahraga bisa berjalan beriringan. Turnamen ini membangun karakter, kebersamaan, dan semangat juang generasi muda Ngawi,” tuturnya.
Sebagai perguruan tinggi vokasi pertama yang hadir di Ngawi, Polije PSDKU 5 tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga mendorong pengembangan potensi nonakademik. Melalui kegiatan seperti turnamen ini, Polije hadir bukan hanya sebagai kampus, melainkan mitra pembangunan daerah melahirkan bibit atlet muda, memperkuat jejaring dengan masyarakat, serta menanamkan nilai vokasi: kerja keras, disiplin, dan kolaborasi.
Turnamen Polije PSDKU 5 Championship 2025 menjadi bukti bahwa pendidikan vokasi mampu menghadirkan perubahan nyata, bahkan lewat sepak bola dari lapangan hijau menuju masa depan generasi berprestasi.