
Politeknik Negeri Jember (Polije) melakukan kunjungan dan komunikasi strategis ke Kementerian Keuangan RI dalam rangka menjalin silaturahmi serta membahas peluang kerja sama yang lebih luas, khususnya antara Jurusan Bisnis Polije dan berbagai unit di lingkungan Kemenkeu.
Pertemuan utama dilakukan dengan Biro Sumber Daya Manusia Kemenkeu untuk membahas inisiasi kerja sama melalui Memorandum of Understanding (MoU), yang kini telah memasuki tahap regulasi. Selain itu, diskusi juga mencakup pemantapan kerja sama dengan delapan unit baru, yakni Direktorat Jenderal Anggaran, KPPN Khusus Penerimaan, Kanwil DJPb Jawa Barat, Bali, Yogyakarta, KPPN Yogyakarta, KPPN Madiun, dan Kanwil DJKN Bali.
Ketua Jurusan Bisnis Polije, Dessy Putri Andini, S.E., M.M., menyatakan bahwa kegiatan ini tidak hanya mempererat hubungan kelembagaan, tetapi juga membuka peluang konkret bagi pengembangan akademik dan profesionalisme lulusan.
“Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menjalin silaturahmi serta menggali berbagai peluang kerja sama strategis antara Polije, khususnya Jurusan Bisnis, dengan Kementerian Keuangan. Kami berharap, lulusan Program Sarjana Terapan Akuntansi Sektor Publik bisa memiliki kesempatan bersaing dalam seleksi ASN di lingkungan Kemenkeu,” ujar Dessy.

Kunjungan dilanjutkan dengan silaturahmi ke Direktorat Penilaian DJKN yang selama ini telah menjalin kerja sama erat dengan Polije. Hubungan yang baik, terutama melalui Direktur Penilaian DJKN, Arik Hariyono, dimanfaatkan untuk berdiskusi mengenai berbagai agenda strategis.
Topik yang dibahas meliputi upaya peningkatan kompetensi global lulusan, optimalisasi pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi program studi dan peningkatan citra lulusan, peningkatan kualitas akademik dosen, serta keberlanjutan program magang mahasiswa yang telah berjalan dengan baik di lingkungan DJKN.
“Kami sangat mengapresiasi keterbukaan DJKN dalam mendukung pengembangan mahasiswa dan dosen Polije. Harapannya, sinergi ini dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi kedua belah pihak,” tambah Dessy.
Kegiatan ini menunjukkan komitmen Polije dalam memperluas jaringan kerja sama nasional dan internasional, serta memperkuat relevansi pendidikan vokasi dengan kebutuhan instansi pemerintah dan dunia kerja yang dinamis. (hnf)