Polije Perkuat Pengelolaan Peternakan Sapi Perah lewat Diseminasi Hasil Short Course Australia Awards

Politeknik Negeri Jember (Polije) menggelar diseminasi bertajuk “Optimizing Pasture, Feed, and Water Management in Dairy Livestock” yang dipaparkan oleh dosen Jurusan Peternakan, Ir. Agus Hadi Prayitno, S.Pt., M.Sc., IPM. Kegiatan ini menjadi bagian dari Awards Project sekaligus mimbar akademik untuk berbagi ilmu dan pengalaman setelah mengikuti short course intensif di Australia pada 14–25 Juli 2025. Program tersebut didukung oleh Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) Australia serta Griffith University.

Dalam paparannya, Agus Hadi menyampaikan berbagai pengetahuan baru yang diperoleh selama pelatihan, mulai dari pengelolaan padang rumput, prinsip nutrisi dan fisiologi sapi perah, hingga strategi peningkatan konsumsi hijauan. Ia juga menekankan pentingnya teknologi modern dalam mendukung produktivitas.

“Salah satu yang menarik adalah penggunaan software Rumen8 untuk menghitung kebutuhan pakan sapi perah. Dengan teknologi ini, peternak dapat lebih presisi dalam menyusun ransum sesuai kebutuhan ternaknya,” jelas Agus Hadi.

Selain itu, ia juga mempelajari sistem peternakan berbasis TMR (Total Mixed Ration) dan PMR (Partial Mixed Ration) yang terbukti mampu meningkatkan efisiensi pakan sekaligus menjaga kesehatan sapi.

Kegiatan diseminasi ini dihadiri Wakil Direktur Bidang Akademik, Surateno, S.Kom., M.Kom., Wakil Direktur Bidang Perencanaan, Kerjasama, dan Sistem Informasi, Agung Wahyono, SP., M.Si., Ph.D., beserta staf dosen, tenaga kependidikan Jurusan Peternakan, Kepala UPA Pengembangan Pertanian Terpadu, serta mahasiswa dari Program Studi Produksi Ternak, Teknologi Pakan Ternak, dan Manajemen Bisnis Unggas.

Wakil Direktur Akademik, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat kapasitas akademik Polije.

“Kami ingin memastikan ilmu dan pengalaman internasional yang dibawa dosen dapat diimplementasikan, sehingga benar-benar memberi dampak nyata bagi pengembangan peternakan sapi perah di Indonesia,” ujarnya.

Polije menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan serta pengembangan sumber daya manusia melalui program internasional.

“Diseminasi ini bukan hanya berbagi ilmu, tetapi juga membuka peluang kolaborasi inovatif di bidang peternakan,” tambah Agus Hadi.

Dengan langkah ini, Polije berharap dapat memperkuat jejaring akademik sekaligus mendorong pengembangan peternakan sapi perah yang berkelanjutan di Indonesia.