
Politeknik Negeri Jember (Polije) kembali mencatat inovasi di bidang peternakan melalui pengembangan Telur Puyuh Omega-3 yang memiliki warna kuning telur cerah secara alami tanpa campuran pewarna sintetis. Inovasi ini merupakan hasil riset dosen dan mahasiswa Jurusan Peternakan Polije.
Menggunakan pakan fungsional berbasis fitokarotenoid alami dan minyak ikan lemuru, telur puyuh hasil penelitian ini tidak hanya kaya Omega-3, tetapi juga aman dikonsumsi karena bebas bahan kimia tambahan. Kombinasi tersebut terbukti mampu meningkatkan kandungan gizi serta menghasilkan warna kuning telur yang lebih menarik secara natural.
Selama ini, masyarakat sering mengira bahwa kuning telur berwarna jingga terang identik dengan kandungan Omega-3. Padahal, warna tersebut lebih dipengaruhi oleh kandungan karotenoid dalam pakan, bukan oleh Omega-3 itu sendiri.
“Produk Telur Puyuh Omega-3 ini kami kembangkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat terhadap pangan fungsional yang sehat dan alami. Konsumen tidak hanya mendapatkan rasa, tetapi juga manfaat kesehatan yang lebih baik,” ujar Dr. Ir. Rosa Tri Hertamawati, M.Si., dosen peneliti Polije.
Penelitian ini mendapat dukungan program Hilirisasi Riset DPPM Kemendikbudristek melalui skema Prototipe Tahun Anggaran 2025. Formulasi pakan disusun oleh Reikha Rahmasari, S.Pt., M.P., dengan tambahan aditif fitokarotenoid untuk menjaga stabilitas oksidatif, memperkaya asam lemak esensial, dan meningkatkan kadar karotenoid pada telur.
Produk ini diberi nama “Telur Puyuh Omega-Q”, dan diproyeksikan menjadi inovasi unggulan Polije dalam hilirisasi riset ke masyarakat dan sektor industri. Dengan tingginya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat, produk ini diharapkan mampu menjadi alternatif pangan bergizi tinggi yang aman dan alami.
Politeknik Negeri Jember kembali menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi vokasi yang tidak hanya fokus pada pendidikan, tetapi juga melahirkan riset aplikatif dan produk inovatif yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat luas.