
Politeknik Negeri Jember (Polije) mendapatkan kehormatan untuk berpartisipasi dalam Town Hall Meeting yang diselenggarakan oleh Management and Science University (MSU), Malaysia, pada Kamis, 12 Juni 2025 secara daring melalui platform Zoom. Pertemuan yang mengusung tema “MSU Collaboration” ini menjadi langkah strategis dalam mempererat hubungan akademik dan kelembagaan antara MSU dengan berbagai politeknik di Indonesia.
Dalam pertemuan tersebut, Polije diwakili oleh tim Office of International Affairs, yang secara aktif berdiskusi dan bertukar gagasan mengenai berbagai peluang kerja sama internasional. Kehadiran Polije mencerminkan komitmen kuat dalam memperluas jejaring global dan membangun kemitraan strategis di kawasan Asia Tenggara, khususnya di bidang pendidikan tinggi vokasi.
Town Hall Meeting ini menghadirkan delegasi dari 18 politeknik Indonesia yang bertujuan untuk menggali potensi kolaborasi dalam berbagai aspek, mulai dari pengembangan akademik, pertukaran mahasiswa, program gelar ganda (double degree), kuliah tamu, hingga riset bersama. Forum ini menjadi wadah penting untuk memperkuat sinergi antara politeknik Indonesia dan MSU.
Pertemuan dibuka oleh Prof. Dr. Indang Ariati Ariffin, Wakil Presiden Bidang Hubungan Internasional MSU, yang menekankan pentingnya kerja sama global dalam dunia pendidikan. Ia menyampaikan antusiasme MSU untuk menjalin kemitraan yang lebih erat dengan institusi-institusi Indonesia demi manfaat bersama bagi mahasiswa dan tenaga pendidik.
Agenda pertemuan mencakup beberapa hal krusial, seperti pembaruan dan implementasi Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (MoA), pemetaan kurikulum untuk program gelar ganda, mobilitas mahasiswa, serta strategi promosi dan peningkatan jumlah pendaftar. Seluruh topik tersebut menjadi fondasi penting bagi keberlangsungan dan kesuksesan kolaborasi jangka panjang.
Tim Office of International Affairs Polije menyampaikan apresiasi atas pertemuan ini, yang dinilai sangat bermanfaat dalam memberikan wawasan baru tentang optimalisasi kolaborasi internasional. Secara khusus, mereka menyoroti potensi sinergi melalui program-program unggulan MSU seperti Global Mobility Program (GMP), Global Leadership Program (GLP), dan Global Internship Program (GIP) yang memberikan pengalaman internasional bermakna bagi mahasiswa.
Selain program yang berorientasi pada mahasiswa, pertemuan juga membahas peluang bagi dosen dan staf Polije untuk melanjutkan studi lanjut di MSU, baik di jenjang Magister maupun Doktoral, yang sejalan dengan upaya peningkatan kualitas SDM pendidik politeknik di Indonesia.
Tak hanya itu, kolaborasi riset juga menjadi sorotan penting dalam forum ini, termasuk joint supervision, publikasi bersama, dan seminar riset internasional. Polije menyambut baik peluang ini sebagai bagian dari upaya memperluas kontribusi dalam ranah penelitian global.
Dengan berakhirnya sesi Town Hall Meeting, Polije optimis dapat segera merealisasikan berbagai program kolaboratif bersama MSU. Keterlibatan ini merupakan wujud nyata dari visi Polije sebagai institusi pendidikan tinggi yang terhubung secara global, serta sebagai langkah maju dalam mendukung pengembangan akademik dan profesional sivitas akademika melalui kerja sama internasional yang bermakna. (hnf)