
Politeknik Negeri Jember (Polije) menggelar Pelatihan Uji Validasi F0 Tefa UHT pada 13–14 April 2026. Kegiatan ini bertujuan memperkuat keterampilan SDM dalam mengelola teknologi produksi susu Ultra High Temperature (UHT).
Polije menjadikan pelatihan ini sebagai bagian penting dalam pengembangan Teaching Factory (Tefa) sebagai sarana praktik langsung bagi dosen dan staf. Melalui kegiatan ini, Polije berupaya meningkatkan standar keamanan pangan melalui riset dan pendekatan ilmiah yang mendalam.
“Tefa merupakan pabrik di dalam kampus untuk meningkatkan keterampilan dosen dan SDM melalui praktik langsung serta kolaborasi,” tutur Saiful Anwar, S.TP., M.P.
Direktur Polije tersebut menjelaskan bahwa pabrik UHT memiliki tingkat teknologi dan risiko yang tinggi. Oleh karena itu, Polije memprioritaskan penguatan aspek food safety dalam pelatihan teknis ini.
“Pengembangan pabrik UHT menekankan aspek keamanan pangan, riset, serta pendekatan ilmiah melalui kerja sama mitra industri,” tegas Saiful Anwar, S.TP., M.P.
Selama dua hari, panitia memberikan pembekalan intensif kepada peserta mengenai standar produksi profesional berskala industri. Kegiatan ini juga menunjukkan tanggung jawab moral perguruan tinggi dalam menjaga kualitas produk kampus.
“Kami berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan industri melalui standar produksi yang tinggi dan profesional,” ungkap Saiful Anwar, S.TP., M.P.
Melalui pelatihan ini, Polije menargetkan Tefa UHT segera beroperasi penuh untuk menghasilkan produk konsumsi berkualitas. Langkah tersebut sekaligus memperkuat posisi Polije sebagai pelopor pendidikan vokasi berbasis industri di Indonesia.