POLIJE GELAR PELATIHAN K3 BEKALI MAHASISWA TEKNIK DENGAN KEAHLIAN PRAKTIS, SERTIFIKASI, DAN KESIAPAN DUNIA KERJA

Politeknik Negeri Jember (Polije), melalui Jurusan Teknik, kembali menyelenggarakan pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sebagai bagian integral dari proses praktikum mahasiswa semester enam. Kegiatan ini menjadi sarana strategis dalam membekali mahasiswa dengan kemampuan teknis dan soft skill yang sangat dibutuhkan dalam dunia kerja industri.

Pelatihan K3 kali ini melibatkan praktik penggunaan alat pengembingan yang digunakan dalam penyambungan sistem pembakaran di berbagai aplikasi teknologi. Selain aspek teknis, pelatihan ini juga menekankan pentingnya penguasaan standar keselamatan kerja, simulasi keadaan darurat, serta penggunaan alat pelindung diri (APD).

Qanitah, S.ST., M.T., selaku dosen pengampu mata kuliah K3 sekaligus anggota Tim K3 Jurusan Teknik, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin yang memiliki dampak besar dalam pengembangan profesionalisme mahasiswa.

“Alhamdulillah bisa kita laksanakan setiap tahun untuk pelatihan alat pengembingan untuk penyambungan keadaan pembakaran di teknologi. Ini sangat penting karena jika mahasiswa memiliki sertifikasi yang dapat melaksanakan tindakan darurat seperti memadamkan api, itu menjadi poin plus yang sangat diperhitungkan oleh perusahaan,” ujarnya.

Menanggapi kegiatan tersebut, Ketua Jurusan Teknik Polije, Mochammad Nuruddin, S.T., M.Si., menyampaikan apresiasinya dan menekankan pentingnya integrasi antara kompetensi teknis dan kesiapan kerja.

“Pelatihan K3 ini merupakan langkah nyata dari Jurusan Teknik dalam menciptakan lulusan yang tidak hanya cakap di laboratorium, tetapi juga siap menghadapi realitas industri. Kami ingin mahasiswa kami memiliki keunggulan kompetitif, terutama dalam aspek keselamatan kerja yang menjadi prioritas utama di dunia industri,” ungkap Nuruddin.

Ia menambahkan bahwa pelatihan seperti ini sejalan dengan visi Polije untuk menjadi institusi pendidikan vokasi unggul yang menghasilkan tenaga profesional dan adaptif terhadap perubahan industri.

“Kami terus mendorong adanya sertifikasi profesi bagi mahasiswa agar mereka dapat bersaing secara global. K3 adalah dasar penting yang tidak boleh diabaikan, dan kami bangga mahasiswa Teknik Polije sudah memahami dan mempraktikkannya sejak di bangku kuliah,” tambahnya.

Kegiatan pelatihan K3 ini tidak hanya menjadi wadah pembelajaran praktis, tetapi juga sarana bagi mahasiswa untuk membangun mental tangguh, sikap disiplin, dan kepedulian terhadap keselamatan kolektif di tempat kerja. Sertifikat yang diperoleh dari pelatihan ini juga menjadi nilai tambah yang memperkuat daya saing lulusan di bursa kerja nasional maupun internasional. (hnf)